Sabtu , 02 December 2017, 23:13 WIB

Menag: Rasulullah Adalah Sosok Pencinta

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani
Puspa Perwitasari/Antara
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan ulama usai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 H/2017 M di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/11).
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan ulama usai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 H/2017 M di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah sosok pecinta, terutama ia sangat mencintai umat dan tanah airnya. Karena itu, umat Islam di Indonesia juga selayaknya meneledani sikap Nabi kepada tanah airnya.

"Rasulullah adalah sosok pencinta, lebih-lebih kepada umatnya dan tanah airnya," ujar Lukmansaat memberikan sambutan pada Peringatan Maulid Nabi tingkat kenegaraan di Istana Bogor, Kamis (30/11) malam.

Lukman menjelaskan bahwa Rasulullah adalah pribadi yang tidak ingin memberatkan umat manusia dalam beragama. Karena itu, Islam yang dibawa Rasullah ke muka bumi ini merupakan agama penuh kasih sayang yang memudahkan umat manusia untuk mengenal Allah.

"Maka, beragama secara ekstrim bukanlah cara beragama yang diajarkannya," ucapnya.

Menurut Lukman, kecintaan Nabi terhadap tanah airnya adalah fitrah karena di situ ia dan nenek moyangnya dilahirkan dan dibesarkan. Selain itu, kata dia, tanah air merupakan tempat untuk menjalankan ajaran agama, sehingga membela dan mempertahankan tanah air pada hakikatnya adalah bagian dari upaya menegakkan agama

"Atau dengan kata lain, membela tanah air merupakan kewajiban agama," katanya.

Lukman menambahkan, memperingati Maulid Nabi pada hakikatnya adalah ikhtiar mengekspresikan rasa syukur, gembira dan cinta, karena jasa besar beliau dalam peradaban manusia. Rasa cinta itu diharapkan akan memberikan energi positif untuk mengikuti jejak langkah orang yang dicintai.

"Cinta itu pula yang akan mengikat dalam kebersamaan," jelasnya.