Tuesday, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 January 2018

Tuesday, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 January 2018

Banyak Masjid Masih Kekurangan Alquran

Selasa 14 November 2017 10:23 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Elba Damhuri

Petugas melakukan proses pencetakan Alquran di Unit Percetakan Al Quran (UPQ) Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/10).

Petugas melakukan proses pencetakan Alquran di Unit Percetakan Al Quran (UPQ) Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/10).

Foto: Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruquthni mengungkapkan, ketersediaan Alquran di masjid-masjid di Indonesia belum mencukupi kebutuhan umat Islam. "Belum cukup. Orang juga kadang-kadang harus membawa Alquran sendiri atau membeli Alquran sendiri," ujar Imam, Senin (13/11).

Selain itu, menurut dia, kondisi Alquran yang tersedia di masjid-masjid saat ini pun sangat memprihatinkan. Penyebabnya, selain karena sering dibaca oleh umat, usianya juga sudah tua. "Banyak yang sobek, ada yang jilid-jilidnya lepas juga. Karena sudah lama, kertasnya juga kuning," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta Kementerian Agama (Kemenag) menggencarkan pengadaan Alquran di masjid, khususnya di daerah-daerah. "Jadi, perlu regenerasi Alquran dalam pengertian pengadaannya, bukan dalam arti Alquran yang baru, yang lain, tetapi pengadaan itu perlu," kata dia.

Selama ini, lanjut dia, sebagian besar pengadaan mushaf Alquran di masjid justru berasal dari swadaya masyarakat. Terkadang masyarakat membawa Alquran dari rumahnya masing-masing. ‘’Masjid di ibu kota saja masih banyak yang kekurangan mushaf Alquran, apalagi masjid yang berada jauh dari ibu kota,’’ ujar dia.

Kemenag, menurut dia, hanya memberikan puluhan mushaf saja kepada DMI. Jumlah itu tidak cukup untuk didistribukan ke masjid yang jumlahnya mencapai ratusan ribu di seluruh Indonesia. "Jadi, saya kira pengadaan Alquran ini memang harus ada,’’ ujar Imam.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Muhammadiyah Amin mengatakan, pihaknya telah melakukan pengadaan Alquran untuk umat Islam di Tanah Air. Namun, ia mengakui, pihaknya belum dapat memenuhi kebutuhan mushaf Alquran di seluruh masjid di Indonesia.

‘’Kami mengakui bahwa kami belum bisa memenuhi semua kebutuhan masyarakat yang besar karena kita tak pernah mencetak Alquran sampai 2 juta," katanya.

Meski demikian, ia menyebutkan, Kemenag pada tahun 2014 dan 2015 telah mencetak dan membagikan Alquran kepada masyarakat dalam jumlah cukup banyak. Pada 2015, Kemenag telah mengadakan Alquran sebanyak 1,5 juta eksemplar.

Jumlah itu terdiri atas 700 ribu mushaf Alquran, 500 ribu Juz Amma, serta 300 ribu Alquran dan terjemahannya.

"Tahun 2015 itu kan lebih 1 juta kita mengadakan Alquran. Demikian pula 2012, 2013, kita juga ada. Tahun 2016 memang kurang, kemudian 2017 juga kurang," ucapnya.

Pada tahun 2016, Kemenag hanya mencetak sebanyak 35 ribu mushaf Alquran. Sedangkan, pada 2017, tepatnya 24 Oktober lalu, Kemenag meluncurkan 120 ribu Alquran standar Indonesia di Gedung Unit Pencetak Al-Quran (UPQ) Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada pengurus masjid atau yayasan yang merasa kekurangan Alquran untuk segera mengajukan proposal permohonan. "Siapa saja yang meminta dengan membawa proposal, kita pasti kasih. Kita tidak kasih yang tidak bermohon," ucapnya.

Ia menekankan, selama persediaan mushaf Alquran yang telah dicetak masih ada, masyarakat dipersilakan untuk mengajukan permohonan sesuai persyaratan. Setelah itu, bisa langsung diambil ke gedung UPQ Ciawi, Bogor.

Sementara, bagi pemohon yang berada di daerah, mushaf Alquran akan didistribusikan lewat kantor wilayah Kemenag.

Ia menambahkan, kondisi Alquran kemungkinan tidak bisa bertahan jika telah digunakan selama lebih dari lima tahun. Namun, jika waktu pemakaian masih sekitar dua tahun, mushaf Alquran masih sangat memungkinkan untuk digunakan karena masih bagus.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES