Kamis , 21 September 2017, 19:20 WIB

Fitnah di Medsos Jadi Tantangan Muslim Masa Kini

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Indira Rezkisari
pixabay
Ilustrasi Media Sosial
Ilustrasi Media Sosial

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau kepada umat Muslim untuk memperkuat persaudaran antar manusia, seagama dan sebangsa pada momentum tahun baru 1439 Hijriah. Sebab saat ini yang menjadi tantangan adalah maraknya fitnah yang beredar untuk memecah belah umat.

"Ada tiga hal wujud persaudaraan ini, ukhuwah basyariah (persaudaraan antar manusia), ukhuwah islamiyah (seagama), dan ukhuwah wathoniyah (sebangsa). Jadi output-nya mesti ini," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud kepada Republika.co.id, Kamis (21/9).

Menurut Marsudi, tantangan umat Muslim saat ini adalah maraknya fitnah yang beredar melalui media sosial. Penyebaran fitnah ini sebetulnya karena ada pihak yang menciptakannya untuk menimbulkan perpecahan.

"Yang sekarang dihadapi sekarang ini, fitnah-fitnah melalui media sosial yang begitu marak. Ini karena ada produsennya. Dan semoga kita menyadari itu. Apalagi lagi tidak ada gunanaya saling fitnah antar umat Islam," ujar dia.

Tugas tiap Muslim sekarang ini, yaitu mempersaudarakan semua lapisan masyarakat. Karena tiap Muslim adalah sama, yang mempunyai tugas membangun peradaban bersama-sama seperti saat Rasulullah Saw berhasil membangun peradaban di Madinah sehingga menjadi negara yang berkebudayaan.

"Ketika Rasulullah membangun negara Madinah, negara yang tamaddun, yang berkebudayaan yang tidak saling menjatuhkan satu sama lain, saling bahu-membahu dan saling gotong-royong," papar dia.

Berita Terkait