Rabu , 13 September 2017, 18:31 WIB

Kilau Marmer Masjid Chittagong

Red: Agung Sasongko
bustler.net
Masjid Chittagong Bangladesh
Masjid Chittagong Bangladesh

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Masjid Chandgaon (Chittagong, Bangladesh) ini terlihat mewah, ketika lantai dasarnya ditutup marmer. Jika dilihat dari coraknya, marmer yang digunakan Masjid Candgaon ini jenis marmer Lampung.

Agar tidak menutupi keindahan kilau marmer, seluruh bagian ruang utama masjid tidak menggunakan karpet seperti yang dilakukan oleh masjid-masjid pada umumnya. Marmer Lampung merupakan jenis marmer kristalin yang memiliki warna dasar abu-abu mengilap dan bagian badannya terdapat beberapa sambungan urat warna putih dan abu-abu kehitaman.

Tampilannya halus tanpa lubang, transparan, dan keras. Itulah kesan yang ditimbulkan pada Masjid Chandgaon yang lantai dasarnya menggunakan marmer jenis ini.

Marmer merupakan batu alam sangat unik yang bisa mengeluarkan kilau sempurna, di samping pola-polanya yang menyejukkan mata siapa saja yang melihatnya. Tak hanya tampilannya yang unik, marmer juga memiliki daya tarik sendiri dari segi harga.

Harga marmer yang digunakan masjid ini relatif mahal dibanding jenis penutup lantai lainnya. Dengan ada kilauan mamer itu, meski sederhana, tetap membuat masjid yang yang mampu menampung 500 jamaah ini terlihat elegan.

Timbul kesan mewah juga tidak hanya dari marmer, kaca bening berukuran 10 milimeter yang digunakan Masjid Chandgaon juga mendukung kesan mewah pada masjid itu. Kaca ini menjadi pemandang pertama saat memasuki masjid, pasalnya kaca-kaca itu berdiri tegak pada halaman depan masjid.

Di bagian sebelah kiri Masjid Chandgaon, ada terdapat lahan kosong berukuran kurang lebih 15 x 10 meter. Lahan kosong ini dibagi menjadi dua bagian, beberapa meternya menjadi lorong yang menyambungkan ke ruang utama masjid. Selebihnya menjadi tempat terbuka, tetapi lahan itu tetap dibatasi tembok setinggi lima meter sebagai pembatas antara jalan umum dan masjid.

Jika dilihat dari kondisinya, halaman ini tampaknya tidak terlalu potensial digunakan sebagai jamaah ibadah, tetapi hanya sebagai pelengkap dari sebuah bangunan. Meski tidak potensial digunakan sebagai sarana ibadah oleh jamaah Masjid Chandgaon, lahan kosong ini tetap dirawat, hal itu terlihat dari taman rumput jenis swis yang tumbuh.