Senin , 11 September 2017, 17:00 WIB

Masjid Kalan Pernah Dirusak Genghis Khan

Rep: Amri Amrullah/ Red: Agung Sasongko
ne.jp
Masjid Kalan
Masjid Kalan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bukhara atau Bux-oro, yang saat ini berada di bawah Republik Uzbekistan merupakan kota bersejarah yang kaya dengan situs-situs mewah nan menawan. Kota kelahiran pakar hadis terkemuka, Imam al-Bukhari, ini menjadi rumah dari 300 masjid cantik dan 100 madrasah.

Corak bangunan yang ada di kota ini memiliki kekhasan tersendiri, dengan balutan ornamen yang menjadi gaya arsitektur Asia Tengah. Tak mengherankan bila UNESCO mendaulat kota ini sebagai salah satu situs warisan dunia pada 1998.

Salah satu bangunan bersejarah nan elok dengan estetika tinggi adalah Masjid Kalan. Masjid ini dibangun di atas tanah seluas 130 x 180 m2 oleh penguasa Karakhanid Arslan pada 1127. Tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, masjid ini juga diperuntukkan menjadi pusat ilmu pengetahuan.

Masjid Kalan yang merupakan bangunan tertinggi di Asia Tengah ini begitu megah dengan 14 macam ornamen hias. Aksen biru begitu kental pada masjid ini terutama ubin biru yang mengilap di lantai dan sejumlah dindingnya, merupakan inovasi pertama di Asia Tengah pada masa itu. Meski ada sejumlah tambalan di sisi selatan dan timur, tetapi tak menghilangkan keelokan bangunan ini.   

Masjid ini memiliki spot-spot yang menarik. Warna  kubah terlihat yang  selalu terlihat cemerlang biru. Detail warna kubah ini bisa dilihat ketika kita masuk ke ruangan aula masjid yang mereka sebut Pishtaq.

Perbedaan lain setelah direnovasi ada di beberapa bagian luar masjid, seperti di dinding luar masjid yang memiliki pola geometris batu bata, yang ujung batanya itu diwarnai dengan warna biru dengan cara dibakar. Sementara perbedaan lainnya bangun masjid terutama di bagian-bagian tertentu dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat alquran. Tulisan-tulisan kaligrafi itu tampak di beberapa sisi bangunan masjid.

Mengangkat gaya arsitektur Persia, bangunan ini terlihat sangat bersahabat dengan keberadaan taman di tengah-tengah masjid. Terdapat satu pohon yang  menaungi beberapa tempat duduk yang digunakan untuk berwudhu. Ruang halaman dengan beberapa fasilitas ini seakan membatasi unsur warna dan bentuk yang memiliki suasana sakral seakan mengajak meditasi mendalam yang mengunjunginya.

Pengunjung Masjid Kalan bisa menikmati eksotika masjid ini dari atas melalui sebuah penghubung bangunan, layaknya jembatan untuk mempermudah jika pengunjung ingin menengok ke atap masjid. Pengunjung masjid bisa menaiki atap masjid dengan batuan anak tangga yang berbentuk spiral.

Setelah berada di atas balkon kita bisa melihat seluruh bangunan yang ada di sekitaran masjid. Barulah di situ seseorang dapat membedakan seluruh bangunan ditutupi oleh kubah kecil dengan total 288 pengulangan geometris.

Pintu gerbang Masjid Kalan membentang tinggi. Gerbang utamanya berbentuk kotak, bertabur mozaik dekorasi yang dibuat dengan ketelitian tingkat tinggi, bertahtakan huruf-huruf Arab, dan asma Allah dan Muhammad yang disamarkan dalam ornamen-ornamen yang menyelimuti seluruh dinding.

Renovasi

Pernah berulang kali menjalani revonasi. Pernah direhab setelah dirusak oleh Genghis Khan. Perlu waktu 100 tahun untuk memulihkan aktivitas keagamaan di Masjid Kalan itu. Setelah dipugar, Masjid Kalan memiliki beberapa banyak fasilitas dari bangunan sebelumnya.

Salah satu bangunan yang berdiri pascarestorasi itu adalah pos jaga yang berbentuk persegi. Pos ini dihiasi dengan pernak-pernik yang terbuat dari keramik sehingga menambah kesan antik. Selain memiliki fungsi sebagai pos penjagaan, tetapi pos ini merupakan simbol kewaspadaan Bukhara terhadap bangsa Mongol.

Beberapa abad kemudian, pernah direnovasi pada 1514. Akibat penegasian Uni Soviet terhadap entitas agama, maka pada masa Uni Soviet masjid ini diubah menjadi gudang dalam kondisi hancur. Restorasi dimulai pada 1970-an setelah runtuhnya kekuasan Uni Soviet. Masjid ini benar-benar difungsikan kembali sebagai tempat ibadah umat Islam pada 1991.