Kamis , 24 August 2017, 00:35 WIB

Azyumardi: Fragmentasi Politik Picu kemunduran Iptek Islam

Red: Reiny Dwinanda
dok Republika
Azyumardi Azra
Azyumardi Azra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra mengatakan fragmentasi politik menjadi salah satu penyebab kemunduran ilmu pengetahuan dan teknologi Islam di dunia.

"Fragmentasi politik yang jelas mengakibatkan iptek sulit berkembang, seperti pasca perang di Baghdad," kata penerima LIPI Sarwono Award ini, di Jakarta, Rabu.

Selain itu, menurut dia, faktor ekonomi yang tidak tumbuh sebagai dampak terjadi fragmentasi politik juga ikut berperan. "Bagaimana iptek mau berkembang jika dana riset tidak ada karena ekonomi macet?" ujarnya retoris.

Azyumardi menyimpulkan kemunduran iptek Islam juga terjadi seiring dengan adanya peningkatan sektarianisme yang menyala-nyala.

Dalam konteks Indonesia, ia mengatakan bahwa watak budaya toleran membuat konflik keagamaan tidak sampai terjadi bertahun-tahun. Hal tersebut memungkinkan ekonomi terus bertumbuh. Bahkan pada 2017, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pendapatan PDB mencapai Rp1.000 triliun.

"Jika Indonesia tetap aman dan stabil maka prediksi Indonesia akan menjadi negara kelima terkuat dari sisi ekonomi bisa terjadi," ujar dia.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 1998 hingga 2006 ini, meminta masyarakat Muslim Indonesia tidak bertengkar jika muncul perbedaan. "Karena kita ini 'show case' untuk negara lainnya bahwa justru yang berbeda-beda itulah yang bisa memperkuat Indonesia," ucapnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat lebih mengedepankan cara dialog. "Tidak hanya Islam, tapi juga demokrasi Indonesia yang akan maju jika menggunakan cara-cara dialogis, kata Azyumardi.

Sumber : Antara