Wednesday, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 January 2018

Wednesday, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 January 2018

Jejak Peninggalan Kerajaan Dharmasraya

Selasa 16 May 2017 13:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Bangunan di Kabupaten Dharmasraya.

Bangunan di Kabupaten Dharmasraya.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di Sumatra terdapat banyak kerajaan Islam yang punya peranan dan sejarah penting. Pada masa kejayaannya, kerajaan-kerajaan tersebut memiliki wilayah kekuasaan yang cukup besar dan luas. Pengaruhnya juga cukup besar.

Salah satunya Kerajaan Dharmasraya yang berada di Provinsi Sumatra Barat. Dulu, wilayah kekuasaan kerajaan ini merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya sebelumnya, yaitu dari Semenanjung Malaya hingga Sumatra.

Kini, Dharmasraya menjadi kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung. Namun, bekas-bekas kejayaan kerajaan Islam Dharmasraya masih bisa disaksikan hingga saat ini. Sayang, ada beberapa yang kurang mendapat perawatan dan perhatian sebagaimana mestinya.n

Rumah Gadang Siguntur

Bangunan kerajaan ini dibangun pada abad ke-17. Luas bangunannya sekitar 118,4 meter persegi. Letaknya berada di Jorong Siguntur, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya.

Rumah gadang ini awalnya difungsikan sebagai tempat musyawarah adat. Hingga kini, fungsi tersebut masih dijalankan. Sebagaimana bangunan khas Minangkabau, rumah gadang ini atapnya berbentuk bergonjong yang terbuat dari seng. Sedangkan, dinding dan lantainya dari kayu, begitu juga jendela dan pintu. N

Masjid Tua Siguntur

Masjid ini usianya sudah lebih dari 100 tahun. Lokasinya berada persis di sebelah makam raja Siguntur. Atapnya terbuat dari seng  yang berbentuk tumpang tiga.

Masjid Siguntur berdiri di atas tanah berukuran 21,7 x 19 meter. Masjid dikelilingi pagar beton di bagian depan dan pagar kawat duri di bagian samping dan belakang. Ruang utama masjid berukuran 15 x 10 meter dan berdinding batu kali setebal 40 cm.

Ada delapan jendela kayu yang terdapat di dalam masjid. Sedangkan, tiang utamanya berjumlah lima buah yang terbuat dari kayu ulin. Juga ada tiang pendukung berjumlah 12 buah. N

Situs Makam Raja Siguntur

Ini merupakan kompleks pemakaman raja Siguntur dan keturunannya. Namun, makam ini berbeda dengan pemakaman raja pada umumnya yang mewah. Makam raja Siguntur sangat sederhana karena hanya ditandai dengan nisan dan jirat dari bata dan batu.

Ada cukup banyak tokoh yang dimakamkan di sini. Namun, yang bisa dikenali hanya enam. Yaitu, makam Sri Maharaja Diraja Ibnu bergelar Sultan Muhammad Syah bin Sora, Sultan Abdul Jalil bin Sultan Muhammad Syah Tuangku Bagindo Ratu II, dan Sultan Abdul Kadire Tuangku Bagindo Ratu III. Selain itu, Sultan Amirudin Tuangku Bagindo Ratu IV, Sultan Ali A Tuangku Bagindo V, dan Sultan Abu Bakar Tuangku Bagindo Ratu VI.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Istana Ini Kini Menjadi Museum

Rabu , 24 January 2018, 09:15 WIB