Kamis , 04 Mei 2017, 13:22 WIB

Pengunjung IBF 2017 Membeludak

Rep: Syahruddin el-Fikri/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/ Yasin Habibi
 Pengunjung melihat buku islami saat pameran buku islami Islamic Book Fair (IBF) 2017 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (3/5).
Pengunjung melihat buku islami saat pameran buku islami Islamic Book Fair (IBF) 2017 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (3/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki hari ke-2 perhelatan Islamic Book Fair (IBF) 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), jumlah pengunjung tampak semakin membeludak. Kendati pintu masuk baru dibuka pada pukul 10.00 WIB, namun jumlah pengunjung yang akan masuk ke arena pameran buku-buku Islam ini sudah mengular.

“Jumlah pengunjung sudah membeludak sebelum pintu masuk dibuka. Alhamdulillah yang hadir banyak sekali, dari sekolah, pesantren, dan pengunjung umum,” ujar Koordinator kepesertaan IBF, Khaerudin, Kamis (4/5).

Khaerudin menambahkan, para pengunjung anak-anak sekolah dan dari pesaantren itu terlihat dari seragam yang dipakai. “Ada yang menggunakan seragam harian, ada pula yang menggunakan jaket atau jaket almamater sekolahnya,” lanjutnya.

Salah seorang pengunjung yang hadir ke arena IBF, Hana Fauziah mengatakan, dirinya sejak jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk hadir ke acara Islamic Book Fair ini. “Awalnya kan Februari atau Maret, tapi kemudian diundur hingga Mei ini. Makanya ini kesempatan untuk mendapatkan buku-buku bagus dan berkualitas,” kata siswi dari MA Al-Kahfi.

Sebagaimana diketahui, pengunjung yang hadir di arena IBF ada juga yang datang dari luar daerah, seperti Bogor, Lebak, Serang, Tangerang, bahkan Magelang. “Sudah jadi agenda rutin, kalau IBF kami selalu hadir,” kata Wisnu, asal Ciamis.

Membeludaknya jumlah pengunjung yang hadir semakin tampak di dalam ruang arena pameran. Jalan lorong seluas tiga meter pun tampak padat. “Alhamdulillah, pengunjungnya membeludak,” kata Tohir Bawazir, pimpinan Penerbit Al-Kautsar.

IBF 2017 dibuka pada Rabu (3/5). Jumlah pengunjung juga cukup padat. “Ini di luar perkiraan saya, ternyata jumlah pengunjungnya sejak hari pertama sudah banyak,” kata Rosit, panitia bagian tiketing.

Kepadatan yang luar biasa ini seolah menjadi berkah bagi peserta pameran. Salah seorang penjaga stan Al-Mujahid, mengaku mendapatkan keuntungan yang luar biasa. “Berbeda dengan pameran tahun sebelumnya. Biasanya area untuk stan multiproduk sepi, tetapi sekarang membeludak. Alhamdulillah banyak yang beli,” ujarnya.