Selasa , 21 March 2017, 05:10 WIB
Belajar Kitab

Keistimewaan yang Menjadikan Al-Quds Layak Dikunjungi

Rep: Nashih Nasrullah/ Red: Agung Sasongko
corbis
Al Quds
Al Quds

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kitab Fadlail al-Quds yang ditulis oleh abu al-Faraj Abdurrahman Ibn Ali Ibn al-Jauzi juga menjelaskan tentang perhatian yang diberikan oleh Allah terhadap al-Quds tak sebatas terhenti pada peristiwa isra. Dalam sebuah riwayat dari Ka'ab al-Akhbar disebutkan bahwasanya Allah melakukan pengawasan terhadap al-Quds dua kali tiap harinya.

Keistimewaan inilah yang menjadikan al-Quds layak dikunjungi. Dan, sebuah riwayat yang dinukil dari Makhul menyebutkan beberapa ganjaran bagi mereka yang berziarah di al-Quds.

Dikatakan bahwa barang siapa yang mengunjungi al-Quds dengan penuh rasa kecintaan, Allah menjanjikan ia masuk surga dan kelak akan dikunjungi oleh para nabi di sana. Demikian pula, mereka yang berbondong-bondong ke al-Quds maka ribuan malaikat akan menyertai mereka dan meminta ampunan serta mendoakan mereka.

Shalat di al-Aqsha juga memilliki nilai pahala yang lebih. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dari Rasulullah bahwa barang siapa yang shalat di Baitul Maqdis lima kali shalat sunah, tiap shalatnya empat rakaat dengan membaca surah al-Ikhlas 1.000 kali maka ia telah membebaskan dirinya dari api neraka. Riwayat lain dari Anas bin Malik menyebutkan perbandingan pahala shalat yang dilakukan di Masjid al-Aqsha di masjid biasa.

Di Masjid al-Aqsha, pahalanya mencapai 50 ribu pahala shalat. Jumlah pahala tersebut hampir mendekati pahala shalat di Masjidil Haram, Makkah, yaitu sebesar 100 ribu pahala sahalat. Berbeda dengan shalat di masjid biasa yang pahalanya hanya mencapai 26 derajat.

Demikian pula dengan ganjaran kebaikan ataupun keburukan yang dilakukan di kawasan tersebut. Sebuah riwayat Abu al-Ma'mar al-Mubarak bin Ahmad al-Anshari dari Shafwan bin Amar menyebutkan bahwa kebaikan dan kejelekan yang dikerjakan seseorang di Baitul Maqdis dilipatgandakan menjadi 1.000 kali lipat.

Di kawasan Baitul Maqdis, terdapat pula sejumlah situs bersejarah dan makam para nabi, antara lain, berdasarkan riwayat yang sahih, di Palestina terdapat tempat peristirahatan terakhir nabi Musa, Ibrahim, Ishaq, Ya'qub, dan Yusuf.

Di Palestinya juga, lokasi di mana Mihrab Daud berada. Selain itu, terdapat sumber mata air Salwan 'ain Salwan. Sumber air itu dicantumkan secara tegas dalam kitab suci umat Kristiani, Injil. Dikatakan bahwa Salwan ialah mata air yang disebut-sebut merupakan sumber air yang dari surga.

Dari air mata itu, Maryam pernah minum saat dituduh oleh masyarakat akibat kehamilannya yang di luar kebiasaan. Jika ia terbukti salah, setelah meminum air Salwan ia disumpah meninggal dunia. Tetapi, yang terjadi malah sebaliknya. Setelah meneguk air  Salwan, justru kebaikan semakin berpihak kepadanya.