Sabtu , 11 March 2017, 12:00 WIB

Kampanyekan Islam Moderat, MUI DKI Jakarta Presentasi di Sidney

Red: Nasih Nasrullah
dok istimewa
Delegasi MUI DKI Jakarta usai presentasi dakwah Islam moderat di Darul Fatwa, Sidney, Australia
Delegasi MUI DKI Jakarta usai presentasi dakwah Islam moderat di Darul Fatwa, Sidney, Australia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Isu moderasi dakwah Islam telah menarik minat banyak kalangan dari berbagai negara di lima benua menyusul kekhawatiran dunia internasional atas meningkatnya tensi antara kubu liberal dan radikal di satu sisi. 

Sejumlah delegasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, berkesempatan menyampaikan dakwah Islam moderat di hadapan ulama berbagai negara atas undangan lembaga fatwa otoritatif Muslim Australia, Darul Fatwa, di Kantor Pusat Darul Fatwa, Sidney, Selasa (7/3) lalu. 

Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta, KH Zulfa Mustofa menjelaskan, kesempatan emas ini merupakan tindak lanjut Jakarta International Islamic Conference (JAIIC) yang digelar MUI DKI Jakarta pada 29 November-1 Desember 2016 lalu. Tahun lalu pula, pihaknya mendapatkan kehormatan menyampaikan moderasi Islam di ASEAN Forum Laos dan Malaysia. 

Salah satu hasil dari lawatan ke Australia tersebut, Darul Fatwa Australia, kata dia, bersedia menjadi tuan rumah bagi perhelatan lebih besar untuk mempromosikan moderasi dakwah Islam bagi dunia. 

“Kita memandang perlu sinergi bersama untuk mengampanyakan moderasi Islam sekarang,” kata dia saat berbincang dengan Republika.co.id di Jakarta, Sabtu (11/3). 

Chairman of JAIIC, Robi Nurhadi menambahkan rencananya, awal Desember tahun ini, Forum Dunia untuk Moderasi Dakwah Islam akan dideklarasikan di Sidney. "Tidak hanya untuk Muslim, tetapi bagi umat manusia di dunia", papar dia.

Selain KH Zulfa Mustofa dan Dr Robi Nurhadi, delegasi MUI juga diikuti oleh Muhammad Lukman Masyhuri (Wakil Bendahara) dan Deden Edi Sutrisna (Sekretaris Komisi Ekonomi) beserta Rike Roslinawati. 

Mereka merupakan Tim Kawasan Halal MUI DKI yang juga menjadi materi yang dibahas dalam kerjasama dengan pihak Australia tersebut.