Kamis , 10 November 2016, 03:21 WIB

Pondok Pesantren Darul Quran Bakal Hadir di London?

Rep: Fuji E Permana/ Red: Damanhuri Zuhri
ROL/Fian Firatmaja
Ustaz Yusuf Mansur
Ustaz Yusuf Mansur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Ibu kota Inggris, London, selama ini memang dikenal memiliki perhatian tinggi terhadap Islam. Di London, banyak pemuda Muslim yang mempelajari ilmu ekonomi Islam (syariah). Di London pula, busana Muslim berkembang pesat.

Bahkan, sejumlah rumah mode di London, tertarik untuk mengembangkan busana Muslim. Jika tak ada aral melintan, di London, Inggris, akan hadir Pondok Pesantren Tahfidz Alquran, Daarul Quran yang dirintis Ustaz Yusuf Mansur.

Rabu (9/11) siang, usai menjadi pembicara pada seminar wakaf internasional di Universitas Trisakti, Jakarta, pendiri Pondok Pesantren Tahfidz Alquran, Daarul Quran Ketapang, Tangerang, Ustaz Yusuf Mansur berangkat menuju London. Ia berencana mengembangkan Pondok Pesantren Tahfidz Alquran, Darul Quran di London, Inggris.

"Saya akan menuju London, Inggris. Insya Allah dalam rangka menjalin kerjasama dengan kampus-kampus dan sekolah-sekolah, baik publik maupun sekolah Islam di Inggris," ungkap Ustaz Yusuf Mansur kepada Republika usai menjadi pembicara dalam seminar wakaf internasional di Universitas Trisakti, Rabu (9/11).

Ustaz Yusuf Mansur mengungkapkan, untuk mewujudkan rencana tersebut, langkah pertama yang dilakukan adalah menjalin kerjasama. Terutama kerjasama dalam bidang pendidikan. Ke depannya, dia berharap Pondok Pesantren Tahfidz Alquran, Darul Quran, bisa hadir di London.

Ustaz Yusuf Mansur berangkat ke London bersama putri sulungnya, Wirdah Salamah Ulya, untuk menetap dan belajar di Londo. Berdasarkan informasi yang diterimanya, ada sekolah di London yang akan dijual. Karenanya, Ustaz Yusuf Mansur ingin mengetahui seperti apa sekolah tersebut.

Pondok Pesantren Tahfidz Alquran, Darul Quran saat ini sudah ada di Taiwan, Hong Kong, Jepang, Australia, Afrika Selatan dan Palestina. Rencana dan harapannya, di London juga ingin ada Darul Quran.

"Mudah-mudahan saya bisa bertemu Wali Kota London, Masih diusahakan. Kalau ketemu, banyak (yang mau dibicarakan)," ujarnya kepada Republika sesaat sebelum meninggalkan kampus Universitas Trisakti.