Rabu , 20 July 2016, 19:47 WIB

Wanita Al Irsyad dan MER-C Gelar Diskusi Women and Children in Gaza Palestine

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Agung Sasongko
Wanita al-Irsyad
Wanita al-Irsyad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar (PB) Wanita Al Irsyad bekerjasama dengan MER-C mengadakan diskusi bertajuk Women and Children in Gaza Palestine, Rabu (20/7), di masjid Abu Bakar Ash Shiddiq, Jakarta Timur. Wakil Ketua Umum PB Wanita Al Irsyad, Mufidah Said Bawazir, mengatakan acara ini bertujuan memotivasi umat Islam Indonesia khususnya para Muslimah untuk berkontribusi membantu warga Palestina di Jalur Gaza.

“Berjihad itu bisa dilakukan dengan berbagai cara baik jarak jauh maupun dengan do’a,” kata Mufidah kepada Republika.co.id, Rabu (20/7).

Mufidah mengakui, selama ini PB Wanita Al Irsyad hanya fokus bergerak dibidang pendidikan dan sosial.  Dengan acara ini diharapkan, Wanita Al Irsyad dapat memberikan kontribusi nyata bagi warga Palestina khususnya untuk mempertahankan keberadaan masjid Al Aqsa. Sebab, menurutnya, melindungi masjid Al Aqsa tidak hanya kewajiban bagi Muslim Palestina tetapi juga seluruh Muslim dunia. 

Untuk itu, menurut Mufidah menanamkan kesadaran akan kewajiban menjaga Al Aqsa bagi kaum Muslimin terutama anak muda sangatlah penting untuk dilakukan.  Dengann mendatangkan langsung Widyan Sha’at, wanita asal Palestina untuk berbgai pengalaman, Mufidah berharap generasi muda mengetahui bagaimana cara berjuang mempertahankan agama baik dengan bantuan finansial, tenaga maupun pikiran. “Paling tidak kita bisa membantu kekuatan dari luar,” kata Mufidah.

Sementara itu, Lully Larissa Agiel dari Divisi Penggalangan Dana MER-C, mengungapkan bahwa acara ini bertujuan memberikan informasi tentang kondisi Gaza terkini dari pandangan wanita. “Pemaparan kondisi gaza dari perspektif perempuan tentunya akan lebih menyentuh,” kata Lully. 

Lully berharap, sosok Widyan bisa menjadi sumber inspirasi bagi wanita-wanita Idonesia tentang mendidik anak dengan agama.