Senin , 11 Juli 2016, 08:19 WIB

Iman yang Kuat Penangkal Kekecewaan

Red: Irwan Kelana
Dok Mudzakkir
Pimpinan Pondok Pesanten Darul istiqomah KH Mudzakkir M Arif MA.
Pimpinan Pondok Pesanten Darul istiqomah KH Mudzakkir M Arif MA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bahagia dan kecewa merupakan sunnatullah. Namun orang yang kuat imannya insya Allah akan dapat menghadapi kekecewaan dengan baik.

“Hidup ini seringkali diwarnai oleh kekecewaan. Kita sering kecewa, dikecewakan dan mengecewakan. Kekecewaan itu manusiawi, tapi dapat dihindari, dikurangi, diatasi dan dihilangkan dengan iman yang efektif,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah KH Mudzakkir M Arif MA kepada Republika, Ahad (10/7).

Mudzakkir menambahkan, semakin tinggi iman seseorang, setinggi itu pula kemampuannya menjauhi kekecewaan. “Substansi iman adalah cinta. Dengan cinta tak ada kecewa,” ujarnya.

Mudzakkir menegaskan, iman kepada qadha' dan qadar adalah penangkal kekecewaan. “Kecewa tanda lemah. Kecewa indikasi jiwa yang rapuh. Kecewa membuat sakit hati. Kecewa memicu pikiran buruk. Kecewa karena kurang cinta. Kecewa karena belum yakin,” tuturnya.

Menurut Mudzakkir, kecewa harus dijadikan momentum untuk introspeksi diri. “Saat kecewa adalah saat yang tepat untuk bermuhasabah, bertaubat, menyadari kelemahan iman diri, segera melakukan recovery imani dan recharge keyakinan. Iman efektif adalah kesejahteraan sejati,” papar Mudzakkir M Arif.

Berita Terkait