Rabu , 08 Juni 2016, 15:23 WIB

Pemerintah Siapkan Perpres Bangun Universitas Islam Internasional

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani
Republika/Darmawan
Lukman Hakim Saifuddin
Lukman Hakim Saifuddin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah sedang mempersiapkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai landasan pembangunan Universitas Islam Internasional di Indonesia. Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, pendirian Universitas Islam Internasional di Indonesia diharapkan dapat membantu mendalami studi keIslaman dan memperkenalkan peradaban Islam di Indonesia.

"Intinya adalah kita ingin mempersiapkan lahirnya Perpres terkait dengan pendirian Universitas Islam Internasional of Indonesia," kata Lukman usai melakukan koordinasi di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (8/6).

Lukman menyampaikan, rapat pembahasan persiapan finalisasi rancangan peraturan presiden ini dihadiri oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi, dan perwakilan dari kementerian lainnya.

Lebih lanjut, menurut dia, pemerintah akan menggunakan anggaran dari APBN untuk membiayai pendirian Universitas Islam Internasional dan juga dana sumbangan dari masyarakat. Saat ini, pemerintah pun tengah mengkaji sejumlah daerah sebagai lokasi pendirian Universitas Islam Internasional, salah satunya di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Lukman menyampaikan, sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia seharusnya dapat memberikan kontribusi dalam menata peradaban dunia. Nilai-nilai Islam yang diimplementasikan di Indonesia pun dapat menjadi model acuan bagi negara-negara lainnya.

Sementara itu, Komarudin Hidayat, cendekiawan dan mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah, menyampaikan pendirian Universitas Islam Internasional diharapkan dapat memperkuat diplomasi kultural dan intelektual kepada dunia. Ia berharap, nantinya Indonesia pun dapat menjadi kiblat studi Islam dengan pengalaman Indonesia yang telah diakui oleh dunia.

"Ketiga bagaimana kita ini sudah saatnya menjadi pemikir merumuskan, membicarakan negeri kita sendiri. Selama ini kita baca Indonesia lewat tulisan, buku orang luar Indonesia. Padahal banyak doktor asing yang meriset di Indonesia. Mengapa kita tidak buat saja lembaga riset?," jelas dia.

Komarudin mengatakan, Universitas Islam Internasional ini nantinya hanya dikhususkan untuk program pascasarjana. Sehingga pada awal penerimaan mahasiswa, Universitas Islam Internasional hanya menerima sekitar dua ribu mahasiswa. Universitas Islam Internasional ini ditargetkan akan mulai dibuka pada dua atau tiga tahun ke depan.