Ahad , 07 Juni 2015, 13:49 WIB

Populasi Islam di Peru Makin Meningkat

Rep: C38/ Red: Angga Indrawan
Tanpa memandang latar belakang agama, kaum miskin di Peru mendapat perhatian dari Muslimin setempat.
Tanpa memandang latar belakang agama, kaum miskin di Peru mendapat perhatian dari Muslimin setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, LIMA – Populasi Muslim di Amerika Latin, khususnya Peru, dilaporkan mengalami peningkatan. Sekarang, tak kurang dari 18 ribu Muslim tinggal di Peru.

Sekelompok Muslim datang bersama penjajah Spanyol. Mereka belum membangun sebuah komunitas hingga gelombang imigran tiba di abad ke-20, khususnya pascapendudukan Palestina pada 1967. Warga negara Peru asli juga makin banyak yang telah memeluk Islam.

“Muslim pertama yang datang ke negara ini adalah orang-orang Palestina,” ujar Hussein Damin Awad, presiden Asosiasi Islam Peru, dilansir dari Fars News Agency, Ahad (7/6).

Komunitas Muslim telah diterima dengan baik di sana. Mereka saling menghormati dengan komunitas keagamaan lain. Sebuah masjid yang didirikan 25 tahun lalu adalah tempat untuk mengenal lebih jauh tentang budaya, pendidikan, dan praktik keagamaan Muslim di Peru.

Sementara diskriminasi terhadap Muslim meningkat di Amerika Serikat dan beberapa belahan dunia lain, orang-orang menemukan ruang untuk hidup dan tumbuh bersama membangun masyarakat yang harmonis di Peru.

Sebelumnya, sebagian besar komunitas Muslim didominasi oleh orang-orang dari negara Arab. Tapi kemudian, jumlah Muslim Peru meningkat berkat lahirnya generasi baru Muslim dan meningkatnya minat masyarakat Peru terhadap Islam.

Saat ini, tercatat hampir 1300 Muslim di Lima, ibukota Peru. Menurut Zulma Pena, perwakilan perempuan Muslim di Peru, lebih dari setengah angka ini adalah orang Peru asli. Hussein juga menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir, Islam berkembang di Tacna, Cusco, dan Piura.