REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Keberadaan sarana ibadah di tempat umum sangat penting. Ini dapat membantu warga untuk tetap bisa menjalankan ibadah dengan khusyu.
Salah satunya di rumah sakit. Selain karyawan dan masyarakat sekitar, para keluarga penunggu pasien juga sangat membutuhkan sarana ibadah terutama masjid.
Perhatian terhadap keberadaan masjid diberikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat.
Rumah sakit milik pemerintah ini membangun Masjid Jami Sekarwangi sejak 2002 lalu. Awalnya, rumah sakit terbesar di Kabupaten Sukabumi tersebut hanya memiliki sebuah musholla yang daya tampung jamaahnya terbatas.
Seiring dengan perkembangan waktu jumlah jamaah makin bertambah banyak. Terlebih, para jamaah tidak hanya berasal dari karyawan dan tim medis rumah sakit.
Mereka berasal dari warga sekitar, keluarga pasien, dan para pendatang yang tengah melakukan perjalanan jauh. Ini karena lokasi masjid berada di pinggiran jalan raya utama Sukabumi menuju Bogor.
‘’Masjid ini jadi pusat kegiatan ibadah di lingkungan rumah sakit,’’ ujar Wakil Ketua Dewan Keluarga Masjid (DKM) Masjid Sekarwangi, Endin Salahudin.
Sarana ibadah ini disediakan untuk memberikan kemudahan bagi keluarga dalam menjalankan ibadah. Sebelumnya, kata Endin, para keluarga pasien harus antri ketika menjalankan ibadah di musholla. Kini, daya tampung Masjid Sekarwangi cukup banyak bisa mencapai 350 orang hingga 500 jamaah.
Endin menerangkan, Masjid Sekarwangi juga menjadi pusat pembinaan bagi para karyawan dan para dokter rumah sakit.
Mereka dibiasakan untuk menjalankan shalat berjamaah lima waktu di masjid. Himbauan disampaikan 15 menit sebelum azan shalat lima waktu dikumandangkan melalui pengeras suara di masing-masing ruangan baik perawatan maupun manajemen.
Dampaknya, setiap shalat berjamaah masjid dipenuhi jamaah khususnya dari karyawan RS. ‘’Jika pegawai menjalankan agama dengan baik, pelayanan yang diberikan akan maksimal,’’ terang Endin. Sehingga kinerja dan pelayanan rumah sakit akan terus mengalami kemajuan dibandingkan sebelumnya.
Para perawat dan dokter dapat berperilaku ramah dan santun terhadap semua warga yang datang ke rumah sakit. Tindakan tersebut merupakan salah satu perwujudan dari keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurut Endin, di masjid juga disediakan sarana perpustakaan umum. Para pegawai maupun keluarga pasien dapat membaca Alquran dan sejumlah buku tentang KeIslaman di sana.
Ketua DKM Masjid Sekarwangi, Handoko menambahkan, di masjid juga diselenggarakan sejumlah kegiatan pengajian bagi masyarakat sekitar dan karyawan rumah sakit pada setiap hari Ahad. Momen ini dijadikan sarana untuk mengkaji dan mendalami agama Islam dengan mendatangkan penceramah.
Handoko menambahkan, Masjid Sekarwangi juga rutin menggelar peringatan hari besar Islam (PHBI) seperti peringatan Isra Mi’raj dan Mualid Nabi. Nuansa keagamaan di lingkungan rumah sakit begitu kental terasa.
Kabag Tata Usaha RSUD Sekarwangi, Ayep Harsono mengatakan, kehadiran sarana ibadah di lingkungan rumah sakit dinilai penting bagi warga dan pegawai RS. ‘’Pada saat shalat Jumat, jamaah tidak semuanya tertampung di dalam masjid,’’ ujar Ayep.
Diperkirakan, jumlah jamaah pada Jumatan bisa mencapai seribu orang lebih. Akibatnya, banyak jamaah yang shalat di sejumlah tempat yang berada di pinggiran masjid. Rencananya, ujar Ayep, areal masjid akan diperluas baik ke depan maupun ke samping.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi warga yang akan menjalankan ibadah di masjid.
n