Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Bale Suji Warnai Perayaan Maulid di Kampung Kepaon Bali

Kamis, 24 Januari 2013, 19:34 WIB
Komentar : 0
antara
kampung islam di Bali

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Islam, Kepaon, Denpasar, Kamis (24/1) diramaikan dengan ribuan telur hias (malai telur) yang ditancapkan pada belasan bale suji atau pajegan. Tradisi tersebut sudah berlangsung sejak ratusan tahun, dan terus dipertahankan oleh warga setempat.

Kampung Islam Kepaon merupakan sebuah dusun yang terletak di Denpasar selatan. Penduduknya berjumlah sekitar 700 KK atau sekitar 2.000 orang, terdiri dari sekitar 400 KK adalah penduduk asli berasal dari suku Bugis yang sudah ratusan tahun tinggal turun temurun di kampung itu. Selebihnya adalah warga pendatang, berasal dari Jawa, Madura dan Lombok.

Muslim Kepaon memiliki pertalian kekerabatan dengan Puri Pemecutan, yakni raja yang berkuasa di Badung saat itu. Bahkan warga asli Kepaon hingga kini selalu menjadi juru masak puri, bila keluarga raja memiliki hajatan yang mengundang ummat Islam, yang mana makanannya dimasak secara halal dengan bahan-bahan yang halal pula.

Malai telur yang kemarin disajikan dalam perayaan Maulid, merupakan sumbangan dari warga setempat. Dimana masyarakat secara sukarela membawa telur yang telah dihias ke masjid, lalu ditancapkan pada pajegan yang terbuat dari batang pisang dan sebagian disimpan dalam kotak tempat berdirinya pajegan.

Setiap KK membawa antara 10-20 butir telur hias dan jumlahnya kemarin mencapai 5.000-an telur pada 17 pajegan. Setiap pajegan berisi antara 300 butir telur hias.

Telur hias sebelum dibagikan, diarak keliling kampung, beriringan dengan mereka yang hendak dikhitan. Mereka yang hendak dikhitan ada yang diarak menunggang kuda dan dokar, yang menjadi transportasi lokal di Denpasar dan banyak dimiliki oleh warga Kepaon.(


Reporter : Ahmad Baraas
Redaktur : Heri Ruslan
1.936 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...