Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gerakan Memakmurkan Masjid ala Pemkab Sukabumi

Monday, 10 December 2012, 09:03 WIB
Komentar : 2
Republika/Agung Supriyanto
Beberapa bocah tampak khusyuk mengaji di sebuah masjid (ilustrasi).
Beberapa bocah tampak khusyuk mengaji di sebuah masjid (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI – Bupati Sukabumi, Sukmawijaya, menggiatkan sosialisasi pelaksanaan gerakan memakmurkan masjid (GMM) hingga ke kampung-kampung.

Gerakan tersebut telah diluncurkan pada 21 Oktober 2012 lalu. GMM dituangkan dalam Istruksi Bupati Sukabumi Nomor 1 Tahun 2012 tentang GMM tertanggal 19 Oktober 2012.

“GMM merupakan terobosan untuk menumbuhkan nilai keagamaan di masyarakat,” ujar Sukmawijaya, saat menggelar sosialisisasi di Kampung Sadamukti Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Ahad (9/12).

Menurutnya, dalam gerakan ini ada empat poin yang harus digiatkan masyarakat. Keempat hal tersebut yakni shalat berjamaah di masjid minimal Maghrib dan Subuh dan menggiatkan pengajian anak-anak dan remaja setelah shalat Subuh dan Maghrib.

Dua poin lainnya yaitu gerakan mematikan TV (GMT) di rumah masing-masing menjelang Maghrib dan mengoptimalkan fungsi dan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS).

Kepala Bagian Bina Keagamaan Setda Pemkab Sukabumi, Ali Iskandar, menambahkan, GMM digagas untuk lebih menekankan terbentuknya tim penggerak di semua tingkatan mulai dari kabupaten, kecamatan, desa hingga pengurus masjid.

“Tim penggerak ini nantinya berupaya membina warga untuk rajin ke masjid dan mengoptimalkan fungsinya,” cetus dia.




Reporter : Riga Nurul Iman
Redaktur : Chairul Akhmad
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Karya Seni Sebagai Media Dakwah
JAKARTA -- Seni dan agama kerap dipandang sebagai sesuatu yang bertolak belakang. Akan tetapi menurut Ustaz Erick Yusuf, seni dan agama memiliki koherensi...