Sunday, 2 Muharram 1436 / 26 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tradisi Bubur Sura 10 Muharam

Sunday, 25 November 2012, 19:19 WIB
Komentar : 1
blogspot.com
Bubur (llustrasi).
Bubur (llustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Peringatan 10 Muharam pada kalender hijriah memiliki arti tersendiri bagi umat Islam.

Pasalnya, pada tanggal tersebut, diyakini pernah terjadi berbagai peristiwa penting di masa lalu.

Salah satu peristiwa yang diyakini terjadi pada tanggal itu adalah selamatnya Nabi Nuh AS akibat banjir dahsyat yang melanda dunia.
 
Bagi umat Islam di berbagai daerah di Indonesia, peristiwa tersebut diperingati dengan berbagai tradisi.

Salah satunya adalah tradisi ‘bubur sura’ yang diselenggarakan Keraton Kasepuhan Cirebon. Pada tahun ini, tradisi bubur sura di Keraton Kasepuhan dilaksanakan pada Ahad (25/11) pagi.
 
Dalam tradisi tersebut, pihak keraton membagikan bubur sura kepada para wargi, abdi dalem, dan masyarakat magersari. Selain itu, bubur sura juga dibagikan kepada kaum Mesjid Pejlagrahan, kaum Mesjid Agung Sang Cipta Rasa, dan tempat lainnya.
 
Bubur sura merupakan bubur yang dicampur dengan umbi-umbian seperti talas maupun ubi kacang. Kemudian, diatasnya diberi jeruk garut, serundeng, perkedel, goreng bawang, kemangi, cabe, dan campuran lainnya.
 
“(Tradisi bubur sura) ini menandakan keprihatinan,” ujar Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat.
 
Menurut Sultan, peringatan 10 Muharam dikenal juga dengan ‘Hari Anak Yatim’ dan selamatnya Nabi Nuh AS di dalam bahtera akibat banjir dahsyat.

Dengan demikian, makhluk yang tertinggal di dunia ini hanya dalam bahtera Nuh. “Dan untuk makan sedanya dibuat bubur,” tutur Sultan.
 





Reporter : Lilis Sri Handayani
Redaktur : Chairul Akhmad
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Doyan Minum Soda Tampak Lebih Tua?
SAN FRANSISCO -- Sebuah studi menemukan minuman bersoda dapat membuat sel-sel tertentu dalam tubuh menua lebih cepat. Peneliti University of California, San Fransisco menyimpulkan...