Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sapi 'Limosin' SBY Pertama Disembelih di Istiqlal

Jumat, 26 Oktober 2012, 17:40 WIB
Komentar : 1
 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyerahkan hewan qurban kepada panitia Idul Adha di masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (26/10). (Adhi Wicaksono)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyerahkan hewan qurban kepada panitia Idul Adha di masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (26/10). (Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Penyembelihan hewan kurban dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1433 H di Masjid Istiqlal, Jakarta mulai dilakukan.

Hewan pertama yang disembelih yaitu sapi yang menjadi kurban Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pukul 16.30 WIB.

Sapi milik SBY ini terlebih dahulu dimandikan sebagai penghormatan terhadap hewan yang akan menjadi kurban. Usai dimandikan, sapi tersebut dibawa ke dalam ruang penyembelihan.

Belasan panitia kurban pun dengan sigap mulai merebahkan dan memotong urat nadi di leher sapi itu. Sempat menggelepar beberapa saat, sapi itu langsung lemas.

Kemudian secara berturut-turut, sapi kurban milik Wakil Presiden, Budiono, Menteri Agama, Suryadharma Ali dan Gubernur DKI Jakarta, Joko 'Jokowi' Widodo mulai dilakukan penyembelihan.

Sapi yang menjadi kurban oleh SBY merupakan sapi Jawa peranakan Ongole berwarna putih, tingginya 168 sentimeter dan berat 1.007 Kg (1,007 ton). Hewan tersebut telah mendapat sertifikat sehat dari Balai Kesehatan Hewan Dinas Kelautan dan Pertanian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 23 Oktober 2012.

Tahun lalu, SBY mengurbankan sapi berjenis Simmental berumur empat tahun. Saat itu, sapi kurban SBY berbobot lebih dari 1,4 ton.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Hafidz Muftisany
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar