Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Dia Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban

Wednesday, 24 October 2012, 22:00 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Penyembelihan hewan kurban (ilustrasi).
Penyembelihan hewan kurban (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA TIMUR--Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriyah tinggal dua hari lagi. Artinya hari itu akan ada penyembelihan hewan kurban secara massal, ini tips bagaimana tata cara penyembelihan halal.

Kepala Seksi Peternakan Suku Dinas (Sudin) Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur, Sri Astuti mengatakan, penyembelihan halal diperlukan karena sebagian besar masyarakat beragama islam.

“Jadi penyembelihan harus halal,” ujar wanita yang akrab dipanggil Tuti ini kepada Republika, Rabu (24/10).

Tuti menyebutkan ada 11 cara penyembelihan yang halal.
Berikut ini tata cara tersebut :

1. Hewan dirobohkan pada bagian kiri dengan posisi kepala menghadap kiblat.

2. Membaca basmallah ketika akan menyembelih hewan.

3. Hewan disembelih di lehernya dengan sekali gerakan tanpa mengangkat pisau dari leher, memutuskan tiga saluran, yaitu saluran pernafasan, saluran makanan, dan pembuluh darah.

4.Setelah hewan yang disembelih dan benar-benar mati, hewan tersebut digantung dengan posisi kepala di bawah dan kaki belakang diikat ke atas agar pengeluaran darah dapat berlangsung sempurna, mencegah terjadinya kontaminasi silang dan memudahkan penanganan.

5.Saluran makanan dan anus diikat, agar isi lambung dan usus tidak mencemari daging.

6. Pengulitan hewan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, diawali dengan membuat sayatan pada bagian tengah sepanjang kulit dada dan perut, dilanjutkan dengan sayatan pada medial kaki.

7. Isi rongga dada dan rongga perut dikeluarkan secara hati-hati agar dinding lambung dan usus tidak tersayat atau robek.

8. Pisahkan jeroan merah yang terdiri dari hati, jantung, paru, limpa, dan ginjal, dengan jeroan hijau yang berisi lambung, juga usus oesophagus (saluran pernafasan).

9. Pemeriksaan hewan yang telah dipotong terhadap daging jeroan dan kepala yang dilakukan oleh dokter hewan, dan atau paramedik Veteriner (perawat, mantri hewan) dibawah pengawasan dokter hewan.

10. Daging segera dipindahkan ke tempat khusus untuk penanganan lebih lanjut.

11. Jeroan dicuci dengan air bersih dan limbah cucian tidak dibuang ke selokan atau sungai.

Reporter : Rr. Laeny Sulistyawati
Redaktur : Hafidz Muftisany
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...