Senin , 22 Oktober 2012, 10:44 WIB

'UGM Menghafal Alquran Baru Luar Biasa'

Rep: Indah Wulandari/ Red: Hafidz Muftisany
Masjid Kampus UGM
Masjid Kampus UGM

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan gerakan Gadjah Mada Menghafal Qur'an (GMMQ) sebagai upaya mencetak penghafal Alquran yang berintelektualitas. Direktur Kemahasiswaan UGM Dr. Senawi MP mendukung gerakan menghafal Alquran ini

"Jika pesantren mencetak penghafal Alquran itu hal yang wajar, namun bila UGM mampu melahirkan penghafal Alquran itu baru luar biasa,” jelasnya.

Dukungan juga diberika Pembina Pesantren TahfidzQu ustadz Mochammad Syamsuddin Baihaqqi Al Hafidz. Syamsudin menyampaikan keutamaan menghafal Alquran dan urgensinya di kalangan intelektual muda. Kenikmatan mampu menghafal Alquran, sebut Syamsuddin,  sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu.

Seorang hafizh Alquran adalah orang yang mendapatkan tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Nabi Muhammad SAW. Di antara penghargaan yang pernah diberikan Rasulullah kepada para sahabat penghafal Alquran adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh.

“Seseorang yang berpegang  teguh pada Alquran, sebagai modal kekuatan pegangan dan landasan filsafat hidup maka orang itu akan mampu tegar, tidak gampang menyerah, sigap dalam menentukan sikap, dan tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh ketidakpastian situasi, tidak mudah terpengaruh oleh prinsip hidup lain,”papar Syamsuddin.

 Hal itu, sebutnya, karena prinsip dalam kepribadiannya sudah mantap dan semua itu akan tercermin dalam sikapnya dalam menyelesaikan persoalan hidup.