Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menyemai Semangat Dakwah di Papua (1)

Wednesday, 17 October 2012, 15:47 WIB
Komentar : 2
Republika/Agung Supri
Ustadz Fadzlan Garamatan.
Ustadz Fadzlan Garamatan.

REPUBLIKA.CO.ID, Berdakwah di Papua bukanlah hal mudah. Butuh kemauan kuat untuk melakukannya. Tidak mengharapkan balasan materi atau mengeluhkan kendala geografis.

Hanya mereka yang benar-benar memiliki tujuan mulia yang akan melepas segala asa keduniawiannya dan memilih untuk menyiarkan Islam hingga ke pelosok negeri.

Hanya segelintir orang yang mampu melakukannya. Salah satu dari segelintir orang itu adalah ulama asal Papua, Ustadz Fadzlan Garamatan.

Bersama organisasi yang didirikannya, Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), ia berusaha menjembatani Papua dan dunia luar, khususnya Jakarta.

Hal ini tak lain agar mereka bisa mendapat dukungan yang besar dari umat Islam, baik berupa partisipasi dalam berdakwah maupun dukungan berupa dana dan bantuan kemanusiaan lainnya.

Sekadar contoh, belum lama ini AFKN menyalurkan bantuan dakwah ke desa-desa di pedalaman Papua. Bantuan diangkut dari gudang AFKN di Bekasi dengan delapan truk.

Isinya 250 karung pakaian layak pakai, 500 kardus Alquran, buku Iqra, buku-buku lain dan majalah, 150 kardus perlengkapan mandi, obat-obatan, 15 mesin jahit, dua buah genset, tiga buah water torn, 25 gulung karpet masjid, serta 15 buah kubah masjid.




Reporter : Fitria Andayani
Redaktur : Chairul Akhmad
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...