Rabu, 1 Zulqaidah 1435 / 27 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ekonomi Islam Gantikan Sistem Barat

Kamis, 20 September 2012, 20:10 WIB
Komentar : 0
muslimvillage.com
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Indonesia akan menjadi lahan yang subur bagi pertumbuhan ekonomi Islam. Pasalnya, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk itu.

Demikian dikatakan Islamic Development Bank (IDB) Field Representative for Indonesia, M Makhlani, dalam Stadium General Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kamis, (20/9).

Makhlani juga menyatakan peradaban barat yang digawangi oleh Amerika diperkirakan akan runtuh dan digantikan oleh ekonomi Islam yang kini berkembang di Indonesia.

“Hal ini dibuktikan dengan berbagai krisis ekonomi yang telah terjadi di Barat, seperti krisis Amerika, krisis Yunani dan Eropa yang menyebabkan tingkat pengangguran di Eropa menjadi 25 persen,” paparnya.

Selain itu, bertambahnya jumlah orang Eropa yang memeluk Islam atau sekitar 10 persen semakin memperkuat hal tersebut. Gaya hidup hedonis yang banyak dianut oleh orang Barat juga mulai ditinggalkan.

“Banyak orang Barat yang mulai melirik budaya Islam yang sangat mengutamakan kebersamaan dalam keluarga dan kesejahteraan bersama,” kata Makhlani.






Reporter : Yulianingsih
Redaktur : Chairul Akhmad
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jakarta Butuh Ketahanan Air
JAKARTA -- Air baku di Jakarta semakin tak berimbang dengan kebutuhan masyarakatnya. Herawati Prasetyo, Wakil Presiden Direktur Palyja mengatakan Rabu (27/8), selama ini...