Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menyelami Indahnya Islam

Selasa, 18 September 2012, 19:29 WIB
Komentar : 1
bawean.net
Festival Seni Tradisional Islam (ilustrasi).
Festival Seni Tradisional Islam (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menggelar Festival Seni Tradisional Islami untuk melestarikan dan mengembangkan serta memperkenalkan atau mensosialisasikan seni Islam.

Bupati Sleman, H Sri Purnomo, mengatakan Islam tidak hanya dipandang sebagai ajaran agama yang penuh dengan aturan, dan kewajiban. "Namun dengan kegiatan ini, kita bisa melihat bahwa Islam adalah indah, menarik, dan menyenangkan," ujarnya, Selasa (18/9).
 
Kegiatan ini, harapnya, harus terus dikembangkan, terlebih saat ini Islam sedang mendapatkan citra negatif, karena ulah segelintir umat yang sempit dalam memahami Islam. Islam tidak identik dengan kekerasan atau terorisme, tetapi Islam identik dengan keindahan dan kasih sayang.

Islam bisa berkembang pesat bahkan menjadi mayoritas di bumi Nusantara ini, bukan karena ayunan pedang maupun pekikan semangat perang, tetapi karena indahnya kesenian. Sehingga banyak masyarakat yang tertarik untuk menyelami indahnya Islam.

“Dahulu para wali, sunan dan ulama dalam berdakwah mempergunakan media kesenian. Bahkan kesenian yang sebenarnya merupakan kreasi seniman yang bukan Islam. Dengan kreativitasnya, oleh para wali, kesenian ini di olah menjadi media dakwah yang efektif bahkan terus diuri-uri sampai saat ini,” papar Sri Purnomo.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman, H Edi Gunawan menyampaikan bahwa festival kesenian tradisional ke-2 tahun 2012 tersebut diselenggarakan selama dua hari, Selasa-Rabu (18-19/9).

Kesenian yang ditampilkan berupa kesenian hadhrah. Edi Gunawan mengharapkan melalui festival tersebut kerinduan akan pancaran sifat-sifat agung dan pribadi mulia Rasulullah terpancar menyinari segenap umat Islam dan umat manusia padaa umumnya. Peserta festival tersebut sebanyak 38 group, setiap group berjumlah 12-20 orang.




Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar