Friday, 24 Zulqaidah 1435 / 19 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

10 Santri Hamalatul Quran Terima Beasiswa ke Mesir

Sunday, 09 September 2012, 18:56 WIB
Komentar : 0
LATIMES
Satu sudut di kompleks Al Azhar, Mesir
Satu sudut di kompleks Al Azhar, Mesir

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Sebanyak 10 santri pondok pesantren Hamalatul Quran mendapat beasiswa ke Universitas Al Azhar, Mesir dan Universitas Madinah di Arab Saudi. Pelepasan dilakukan Asisten Sekretaris Daerah III, H Mardi Ahmad mewakili Bupati Bantul, Hj Sri Surya Widati, Ahad (9/9).

Selain pelepasan santri juga pamitan haji KBIH Rindu Ka'bah dan peletakan batu pertama pembangunan asrama santri. Ada 120 calon jamaah haji yang berasal dari Kabupaten Bantul dan Sleman. Mereka dibimbing Ustad Amri Suaji, Moh Ulin Nuha, dan Marono.

Dijelaskan Pimpinan Ponpes, Ustad Agus Andriyanto, santri yang dikirim ke Mesir dan Arab Saudi telah mengikuti seleksi ketat. Ada 20 santri yang dikirim ke Mesir untuk mengikuti seleksi, namun hanya delapan santri yang lolos. Sedang ke empat santri yang seleksi di Universitas Madinah, lolos dua santri.

"Keberhasilan ini tak lepas dari ketekunan para ustad dalam mendidik dan keseriusan para santri. Tidak kalah penting adalah doa mereka, orangtua dan kaum muslimin," kata Agus Andriyanto.

Selain belajar ke luar negeri, santri juga ada yang mendapat beasiswa untuk belajar di dalam negeri. Ada dua santri yang melanjutkan kuliah di STMIK Amikom dan tiga santri melanjutkan ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

"Alhamdulillah, pesantren Hamalatul Quran sudah meluluskan dua angkatan yaitu 2011 dan 2012. Ada yang melanjutkan kuliah dan langsung bekerja," kata Agus.

 

Reporter : Heri Purwata
Redaktur : Hafidz Muftisany
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...