Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

MUI: Masyarakat Jangan Terprovokasi Bentrok Sampang

Senin, 27 Agustus 2012, 16:50 WIB
Komentar : 2
  Personel Brimob mengawal sejumlah perempuan dan anak-anak, ketika berlangsungnya evakuasi dari tempat persembunyian mereka, di Desa Karanggayam dan Desa Bluuran, Sampang, Jatim, Senin (27/8). (Saiful Bahri/Antara)
Personel Brimob mengawal sejumlah perempuan dan anak-anak, ketika berlangsungnya evakuasi dari tempat persembunyian mereka, di Desa Karanggayam dan Desa Bluuran, Sampang, Jatim, Senin (27/8). (Saiful Bahri/Antara)

REPUBLIKA.CO.ID, MUI Kota Bogor, Jawa Barat, mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan bentrok yang terjadi di Sampang, Madura. "Kita imbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu bentrok di Sampang, Madura," kata Ketua IV MUI Kota Bogor, Facrudin Soekarno, di Bogor, Senin (27/8).

Fachrudin mengatakan, MUI Kota Bogor tidak membenarkan aksi-aksi kekerasan seperti yang terjadi di Sampang, Madura. Menurut dia, harusnya perbedaan yang ada dapat diselesaikan dengan cara musyawarah.

"Islam tidak mengajarkan aksi kekerasan Karena Islam agama rahmatan lilalamin yang mengajarkan kedamaian dan kebaikan. Perbedaan hendaknya diselesaikan dengan cara musyawarah atau diskusi" katanya.

Menyikapi aksi bentrok di Sampang dan bermunculannya isu aliran sesat beberapa hari di Bogor. Facrudin mengatakan, MUI Kota Bogor akan menggelar rapat yang akan dihadiri seluruh anggotanya dan beberapa pimpinan aliran yang ada.

"Pertemuan akan digelar di kantor MUI sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam rapat ini akan dibahas seputar masalah aliran sesat dan bentrok di Sampang," katanya. Fachrudin menambahkan, pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat harus bersinergi dalam mencegah terjadi aksi serupa di Kota Bogor, karena menurutnya di Bogor juga terdapat banyak aliran agama.

Sementara itu, suasana di wilayah Bogor tengah diramaikan dengan kehadiran aliran Pajajaran Panjalur Siliwangi pimpinan Romo Agus Sukarna yang terdapat di Kecamatan Mulyaharja, Kota Bogor dan di Desa Cikarang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Sejumlah masyarakat berdatangan meminta aliran tersebut dibubarkan.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar