Selasa, 7 Rabiul Akhir 1436 / 27 Januari 2015
find us on : 
  Login |  Register

1.000 Orang Serang Kelompok Syiah Sampang, 1 Tewas dan 5 Luka-luka

Minggu, 26 Agustus 2012, 19:49 WIB
Komentar : 9
Antara/Saiful Bahri
Seorang warga melemparkan batu ke arah bangunan rumah, musholla dan madrasah yang dibakar massa, di Desa Blu'uran, Karangpinang, Sampang, Madura, Jatim, Kamis (29/12).
Seorang warga melemparkan batu ke arah bangunan rumah, musholla dan madrasah yang dibakar massa, di Desa Blu'uran, Karangpinang, Sampang, Madura, Jatim, Kamis (29/12).

REPUBLIKA.CO.ID,  SAMPANG -- Sebanyak 1.000 orang membakar dan merusak rumah milik ibu Kiai Tajul Muluk di Kampung Nakernang, Karang Gayam, Omben, Sampang, Ahad (26/8) sekitar pukul 11.00. Kiai Tajul Muluk merupakan pimpinan Syah di Sampang, Madura.

Menurut Deputi V Menko Polhukam, Irjen Pol Bambang Suparno, akibat penyerangan itu satu orang meninggal dunia dan lima orang terluka.''Lima rumah terbakar dan Kapolsek pun terluka di bagian kepala akibat lemparan batu,'' ujar Irjen Bambang Suparno.

Massa menyerang dengan menggunakan senjata tajam. Aparat segera diterjunkan ke lokasi penyerangan. Menurut Bambang, aparat yang diturunkan ke lokasi penyerangan terdiri dari 160 personel Brimob dan 2 SSK Yon 500/R dan anggota Kodim Sampang.

''Keterangan yang diperoleh sementara peristiwa ini bermula dari sekelompok orang dari kelompok Tajul berniat ke Malang untuk silahturahim, namun isu yang berkembang kelompok ini dikira akan ke Pasuruan mendatangi Imam Syiah yg di Pasuruan,'' papar Bambang.

Isu itulah yang menimbulkan kemarahan massa hingga akhirnya menyerang dan membakar rumah kelompok penganut aliran Syiah.

''Saat ini, tim dari Polres Sampang dan Brimob Polda Jatim sedang menelusuri TKP yakni hutan untuk mencari dan melacak korban dan pelaku,'' tutur Bambang.

Redaktur : Heri Ruslan
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hubungan AS-Arab Saudi Setelah Transisi Kepemimpinan
WASHINGTON DC -- Presiden Amerika Barack Obama mempersingkat kunjungannya ke India untuk bertemu Raja Salman, raja baru Arab Saudi. Kunjungan dilakukan di tengah...