Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

1.000 Orang Serang Kelompok Syiah Sampang, 1 Tewas dan 5 Luka-luka

Minggu, 26 Agustus 2012, 19:49 WIB
Komentar : 8
Antara/Saiful Bahri
Seorang warga melemparkan batu ke arah bangunan rumah, musholla dan madrasah yang dibakar massa, di Desa Blu'uran, Karangpinang, Sampang, Madura, Jatim, Kamis (29/12).
Seorang warga melemparkan batu ke arah bangunan rumah, musholla dan madrasah yang dibakar massa, di Desa Blu'uran, Karangpinang, Sampang, Madura, Jatim, Kamis (29/12).

REPUBLIKA.CO.ID,  SAMPANG -- Sebanyak 1.000 orang membakar dan merusak rumah milik ibu Kiai Tajul Muluk di Kampung Nakernang, Karang Gayam, Omben, Sampang, Ahad (26/8) sekitar pukul 11.00. Kiai Tajul Muluk merupakan pimpinan Syah di Sampang, Madura.

Menurut Deputi V Menko Polhukam, Irjen Pol Bambang Suparno, akibat penyerangan itu satu orang meninggal dunia dan lima orang terluka.''Lima rumah terbakar dan Kapolsek pun terluka di bagian kepala akibat lemparan batu,'' ujar Irjen Bambang Suparno.

Massa menyerang dengan menggunakan senjata tajam. Aparat segera diterjunkan ke lokasi penyerangan. Menurut Bambang, aparat yang diturunkan ke lokasi penyerangan terdiri dari 160 personel Brimob dan 2 SSK Yon 500/R dan anggota Kodim Sampang.

''Keterangan yang diperoleh sementara peristiwa ini bermula dari sekelompok orang dari kelompok Tajul berniat ke Malang untuk silahturahim, namun isu yang berkembang kelompok ini dikira akan ke Pasuruan mendatangi Imam Syiah yg di Pasuruan,'' papar Bambang.

Isu itulah yang menimbulkan kemarahan massa hingga akhirnya menyerang dan membakar rumah kelompok penganut aliran Syiah.

''Saat ini, tim dari Polres Sampang dan Brimob Polda Jatim sedang menelusuri TKP yakni hutan untuk mencari dan melacak korban dan pelaku,'' tutur Bambang.

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  NUR Senin, 27 Agustus 2012, 12:58
sudah CUKUP. kita SEMUA kembali ke Era/jaman nabi muhammad, dimana tidak ada sunni-syiah, atau NU-muhammadiyah, yg ada satu lailaahaillalloh mukhammadorrosululloh. bereskan.......???? islam akan bersatu. ayo sebarkan teman2.
  edi Senin, 27 Agustus 2012, 12:44
padhe Islam-ma, padhe manussana, padhe sataretanan, genteng pate'e ... (-_- ') sedih...

*sesama Islam, sesama manusia, sesama saudara ... saling bunuh...
  Didik Eka Senin, 27 Agustus 2012, 05:53
Buat apa kalian berpuasa 1 bulan penuh klo setelah puasa perbuatan kalian sama dengan manusia PRIMITIF.Cuma haus dan lapar yang kalian dapat..amit amit..Dimana Rahmatan lil alaminnya agama yang kalian anut..??
  adam Minggu, 26 Agustus 2012, 20:32
astagfirullah..., mengerikan sekali. semoga allah membukakan pintu hati mereka.