Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

NU Prediksi Awal Ramadhan 21 Juli

Rabu, 18 Juli 2012, 23:49 WIB
Komentar : 10
abunamira.wordpress.com
Nahdlatul Ulama
Nahdlatul Ulama

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Nahdlatul Ulama memperkirakan awal Ramadhan atau awal puasa tahun ini jatuh pada Sabtu 21 Juli.

"NU telah memprediksikan awal Ramadhan, namun bukan berarti NU telah menetapkan tanggal itu. Ini penting disampaikan," kata Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar (PB) NU KH A Ghazalie Masroeri di Jakarta, Rabu.

Prediksi bahwa 1 Ramadhan 1433 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012 itu, juga tertuang dalam Almanak PBNU yang diterbitkan Lajnah Falakiyah. Kiai Ghazalie mengatakan prediksi tersebut diambil berdasarkan perhitungan menggunakan metode ilmu hisab yang paling modern. "NU menggunakan hisab yang tahkiki, tadzkiki, ashri," kata Ghazalie.

Berdasarkan hisab modern, posisi hilal pada saat dilakukan rukyatul hilal pada Kamis (19/7) mendatang atau 29 Sya'ban 1433 H baru berada pada ketinggian 1 derajat 38 menit di atas ufuk. Maka hilal dinyatakan belum "imkanur rukyat", atau belum bisa dilihat, sehingga tidak mungkin dapat dirukyat.

Menurut Kiai Ghazalie, negara-negara yang tergabung dalam MABIM (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam) menetapkan 2 derajat sebagai batas minimal visibilitas pengamatan. "Itu pun oleh pakar astronomi masih mau dinaikkan menjadi 4 derajat," katanya.

Secara astronomis, lanjutnya, hilal (bulan sabit) tidak mungkin bisa diamati jika masih berada di bawah batas visibilitas pengamatan. Dengan demikian almanak PBNU menggenapkan bulan Sya?ban menjadi 30 hari berdasarkan kaidah istikmal.

Meski demikian, Lajnah Falakiyah tetap akan melakukan rukyatul hilal di beberapa titik di Indonesia, karena untuk penentuan awal Ramadhan 1433 Hijriah, NU tetap mengambil keputusan berdasarkan hasil rukyat.

"Prediksi atau hisab hanya memandu kita untuk melaksanakan observasi atau rukyatul hilal," kata Ghazalie. Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama juga mengimbau warga NU untuk menunggu hasil rukyatul hilal yang akan dilakukan pada Kamis (19/7) sore.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  reno taher Sabtu, 21 Juli 2012, 11:11
keliatan banget , politikus ada ada aja
  clief Kamis, 19 Juli 2012, 21:05
adada w
  SUDRAJAD ARIFIN Kamis, 19 Juli 2012, 18:20
emang di indonesia ini semua di bikin rancuh..mau puasa, mau lebaran semuanya...mau jadi apa sih negara ini...
  Luthfi Kamis, 19 Juli 2012, 12:10
Semakin membingungkan umat islam aja, ikuti saja tanggalan hijriyah/ islam. Yang umat Islam inginkan cuma kebersamaan
  noor Kamis, 19 Juli 2012, 12:07
dengan memadukan teknologi dan agama, awal Ramadhan semestinya sudah bisa di prediksi, dan kalaupun terjadi perbedaan itu sudah lumrah dan tidak perlu diperdebatkan.

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...