Monday, 2 Safar 1436 / 24 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Shalat Tahajud Berpengaruh Positif Bagi Kesehatan

Saturday, 07 July 2012, 18:29 WIB
Komentar : 11
blog.uns.ac.id
Shalat khusyuk (ilustrasi).
Shalat khusyuk (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH – Shalat sunah tahajud yang dilaksanakan umat Islam mulai selepas Isya hingga menjelang Subuh ternyata mempunyai pengaruh positf bagi kesehatan tubuh.

"Ada beberapa kajian atau penelitian yang telah dilakukan para ahli terhadap pelaku yang secara rutin melaksanakan shalat tahajud. Hasilnya, ibadah pada malam hari ini memberi pengaruh terhadap peningkatan respons ketahanan dan sel tubuh," kata Wakil Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa'aduddin Djamal, Sabtu (7/7).

Ia menyampaikan hal tersebut pada pembukaan pelatihan shalat tahajud yang diikuti 250 peserta dari Kabupaten Aceh Besar, Sigli, Lhokseumawe, Aceh Barat dan Kota Sabang di asrama haji Banda Aceh.

Kegiatan rohani yang diselenggarakan Majelis Taklim Al-Wustha itu juga menghadirkan Prof dr Mohammad Sholeh, penulis buku "Bestseller Terapi Shalat Tahajud", sebagai pemateri.

Illiza menambahkan, selain mendapat keuntungan di aspek religi, shalat tahajud juga dapat mencegah dan membantu menyembuhkan berbagai penyakit. "Hadis riwayat Tirmidzi menyebutkan shalat tahajud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan terhindar dari penyakit," katanya.

Berdasarkan fakta, ketenangan dapat meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi risiko terkena penyakit jantung, dan meningkatkan usia.
Sebaliknya stres dapat menyebabkan rentan terhadap infeksi, mempercepat perkembangan sel kanker dan meningkatkan metastatis.

Dari aspek religi, orang yang selalu melaksanakan ibadah shalat sunah pada malam hari itu akan merasakan kedekatan dengan Sang Mahapencipta. "Orang yang gemar melakukan ibadah shalat tahajud juga akan merasakan ketentraman batin," kata Illiza.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak warga mendukung program Pemerintah untuk mewujudkan Kota Banda Aceh yang Islami dan madani.


Reporter : Antara
Redaktur : Chairul Akhmad
Berita Terkait:
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Keren, Ada Aplikasi untuk Mengatur Usaha Kecil Anda
NEW YORK -- Baru-baru ini, jaringan kedai kopi Starbucks mengklaim unggul dalam pembayaran lewat aplikasi ponsel dengan 7 juta transaksi seminggu. Tetapi UKM...