Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muslim Bali Hidupkan Malam Nifsu Sya'ban

Wednesday, 04 July 2012, 20:00 WIB
Komentar : 3
Dok Republika
Membaca Alquran (ilustrasi)
Membaca Alquran (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Umat Muslim di Pulau Bali menyambut datangnya malam Nifsu Sya'ban dengan membaca Surat Yasin bersama-sama. Kegiatan ini digelar di beberapa lokasi di Pulau Dewata, satu antaranya di Masjid Al Ikhlas, Monang-Maning Denpasar, yang dipimpin Imam Masjid, H Nur Zainuddin.

Nur Zaenuddin menjelaskan, kegiatan malam Nisfu Sya'ban merupakan bagian dari upaya mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Ramadhan. Kegiatan membaca Surat Yasin bersama adalah agar umat Muslim diperkuat imannya, dipanjangkan umur, serta dimurahkan rizki dalam rangka ibadah kepada Allah.

"Kalau kita sudah siap menyambut kedatangan bulan Ramadhan, insya Allah kegiatan puasa kita akan dimudahkan oleh Allah," katanya.

Kegiatan menyambut malam Nifsu Sya'ban di Masjid Al Ikhlas, secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Kegiatan serupa juga digelar di beberapa masjid di Denpasar, seperti di Masjid Baiturrahman, yang terletak di Desa Wanasari, Kecamatan Denpasar Utara.

Sedang di daerah lainnya, kegiatan sama dilakukan di masjid utama di Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng maupun Karangasem. Menurut Nur Zaenuddin, datangnya bulan Sya'ban, umat Islam dianjurkan untuk memohon maaf atas segala kesalahan yang dilakukan, terutama kepada orang tua dan keluarga yang usianya lebih tua.

"Dengan demikian umat Islam bisa lebih siap menghadapi pelaksanaan puasa Ramadhan," tuntasnya.

Reporter : Ahmad Baraas
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Tanggapan Din Syamsudin Terkait Kasus Sydney
JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menilai peristiwa penyanderaan di Sydney meningkatkan sinisme terhadap Islam. Peristiwa tersebut membuat dunia barat semakin...