Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muhammadiyah: 1 Ramadhan Jatuh 20 Juli

Minggu, 01 Juli 2012, 04:00 WIB
Komentar : 24
viajeislam.wordpress.com
Hilal atau bulan muda (ilustrasi)
Hilal atau bulan muda (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi telah menetapkan 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada Jumat Kliwon, 20 Juli 2012. 

Selain itu, melalui hisab hakiki wujudul hilal, Muhammadiyah juga menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1433 H jatuh pada Ahad Kliwon, 19 Agustus 2012.

Penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1433 H itu secara resmi telah disahkan melalui Maklumat PP Muhammadiyah Nomor: 01/MLM/I.0/E/2012.

''Ijtimak jelang Ramadhan 1433 H terjadi pada hari Kamis Wage, 19 Juli 2012 M pukul 11:25:24 WIB,'' ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin.

Sedangkan, Ijtimak jelang Syawwal 1433 H terjadi pada hari Jumat Pon, 17 Agustus 2012 M pukul 22:55:50 WIB.

Dalam maklumat tersebut, Din mengungkapkan,  mengenai kemungkinan adanya perbedaan penetapan tanggal 1 Ramadhan 1433 H antara yang ditetapkan oleh Muhammadiyah dengan pihak lain, seperti dengan Ormas Islam lainnya.

''Maka kepada segenap warga Muhammadiyah diimbau untuk tetap berpegang teguh kepada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah,'' ungkap Din.

PP Muhammadiyah juga menyeru agar warga persyarikatan dapat memahami, menghargai, dan menghormati adanya perbedaan tersebut serta menjunjung tinggi keutuhan, kemaslahatan, ukhuwah dan toleransi sesuai dengan keyakinan masing-masing, disertai kearifan dan kedewasaan serta menjauhkan diri dari sikap yang mengarah pada hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah itu sendiri.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : PP Muhammadiyah
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  gina Sabtu, 18 Agustus 2012, 20:24
sya selaku warga muhammadiyah . kurang megerti msd din syamsudin tidak akan ikut sidang isbat lg.. padahal pemerintahan kitakn basis demokrasi .. mmang perbedaan itu gak usah d besar2kan. tapi mhd jangan otoriter juga dong
  royhim Sabtu, 18 Agustus 2012, 16:50
sya cuma memberikan saran kepada pemerintah untuk bsa menetukan cara perhitungan hisab,,yg di sepakati bersama,,,sehingga tidak ada lgi perbedaan yg mendasar...nikmatnya kebersamaan
  Andrean Jumat, 17 Agustus 2012, 04:23
Kl yg sy prnah belajar, merujuk pd hukum, kita harus mengikuti aturan pemerintah setempat selama tidak melanggar Islam. Lg-an kan ada MUI, jd kl pun ada kesalahan, sudah ada penanggung jawab.
  Amadis Jumat, 20 Juli 2012, 11:52
jangan berdebat saudaraku. Mari kita jalani saja puasa ini. yang jumat, silakan...yang sabtu, silakan...yang harus adalah : kita jalani puasa ramadhan ini.....amin..
  Fitryah Jumat, 20 Juli 2012, 11:15
sesuaiLah dgn Al-quran dan al hadist, apa yg menjd k'putusan Pemerintah menetapkn 1 Ramadhan pd tgL 21 JuLi, bLum tentu jga tepat. memang susah di Indonesia untk mencpai yg namax k'bersamaan krn metode yg mereka gunakan dlm penentuan trsebut memang beda.