Selasa, 2 Syawwal 1435 / 29 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muhammadiyah: Pancasila Sesuai dengan Nilai Islam

Minggu, 24 Juni 2012, 19:10 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Supri
Sidang Tanwir Muhammadiyah
Sidang Tanwir Muhammadiyah

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG  --  Hasil Tanwir Muhammadiyah bertema 'Untuk Pencerahan Dan Solusi Permasalahan Bangsa' di Bandung, 21-24 Juni, salah satunya menghasilkan rekomendasi agar nilai-nilai Pancasila diimplementasikan secara sungguh-sungguh.

"Nilai-nilai Pancasila belum diimplementasikan secara sungguh-sungguh dalam penyelenggaraan negara dan bermasyarakat," papar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Agung Danarto, saat membacakan Pokok Pikiran Tanwir Muhammadiyah 2012 di Hotel Horison, Bandung, Ahad (24/6).

Hal ini terlihat dari maraknya praktek-praktek korupsi, friksi-friksi dalam masyarakat, belum terwujudnya pemerataan atas hasil pembangunan nasional, serta tingginya angka kemiskinan.

"Pancasila bukan agama, akan tetapi substansinya mengandung dan sejalan dengan nilai-nilai Islam. Pancasila merupakan rahmat Allah untuk bangsa Indonesia yang merdeka dan berkemajuan," kata Agung.

Muhammadiyah, kata Agung, menegaskan sikap dan pandangan bahwa Pancasila merupakan konsensus nasional terbaik untuk mencapai cita-cita nasional.

"Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalah negara perjanjian atau kesepakatan (Darul 'Ahdi), negara kesaksian dan pembuktian (Darus Syahadah), dan negara yang aman dan damai (Darussalam). 

Dengan demikian diperlukan institusionalisasi dan substansialisasi atas nilai-nilai yang terbuka dan dinamis dalam berbangsa dan bernegara," tutur Agung.

Reporter : Fernan Rahadi
Redaktur : Hafidz Muftisany
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Muslim Australia Berlebaran dengan Daging Halal
MELBOURNE -- Bagi umat Muslim di Australia kini tidaklah sulit lagi untuk mendapatkan daging halal. Jika berkunjung ke Melbourme, Anda dapat menemukan...