Friday, 30 Zulhijjah 1435 / 24 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kemampuan Daerah Merata, Kafilah Sumbar Cemaskan Final MTQ

Wednesday, 13 June 2012, 21:28 WIB
Komentar : 1
Embong Salampessy/Antara
MTQ XXIV tingkat nasional di Ambon, Maluku.
MTQ XXIV tingkat nasional di Ambon, Maluku.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -  Kafilah asal Sumatera Barat mengaku cukup khawatir menghadapi menghadapi babak final. Pasalnya, banyak qari-qariah unggulan berguguran pada babak penyisian MTQ Nasional XXIV di Ambon, Maluku.

Pimpinan rombongan kafilah Sumbar Eko Faisal di Ambon, Rabu (13/6), mengatakan, kekhawatiran itu dapat dilihat dari sepuluh cabang yang diikuti hanya empat yang mampu menembus final. Keempat golongan mata lomba itu yakni khat naskah putra dan khat hiasan putri, cabang syarhil Quran dan tilawah remaja putra.

Kemudian ada satu golongan mata lomba untuk tilawah dewasa yang posisi nilainya masih di urutan tertinggi kedua, tapi masih menunggu perkembangan hasil enam peserta lomba yang tampil pada Rabu malam. Sementara golongan mata lomba lain yang diandalkan seperti tilawah remaja putri tersingkir pada babak penyisian.

"Empat golongan mata lomba akan final pada Kamis dan mudah-mudahan ada keburuntungan bagi peserta asal Sumbar," ujarnya. Koordinator pelatih qari-qariah Sumbar, Amsaruddin menambahkan, MTQ kali ini jauh berbeda dengan yang sebelumnya di Bengkulu.

"Pada MTQ di Ambon posisi peserta yang masuk final tersebar merata, sementara MTQ di Bengkulu perolehan medali menumpuk pada beberapa daerah saja sehingga peluang dapat diprediksi," katanya.

Menurut dia, MTQ kali sulit diprediksi karena banyak daerah yang sebelumnya tidak masuk nominasi justru melejit, sehingga persaingan semakin ketat. Khusus untuk kafilah Sumbar, banyak golongan mata lomba yang pada awal diprediksi bisa masuk final, tapi dalam perjalanannya kalah bersaing dengan peserta lain.

Sumbar pada MTQ XXIV di Ambon mengikuti 10 lomba dengan 21 golongan mata lomba, di antaranya tilawah, qiraat, hifzil Al Quran (1 jus, 5 jus, 10 jus, 20 jus, 30 jus).

Kemudian cabang fahmil Al Quran, tartil Al Quran, syarhil Al Quran, khat Al Quran dan membaca menulis isi kandungan Al Quran dan tafsir bahasa Inggris, Indonesia dan Arab.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kemarau Panjang Akibatkan Turunnya Pasokan Air Jakarta, Ini Solusinya
JAKARTA -- Musim kemarau panjang di indonesia memiliki dampak terhadap penurunan debit air baku. Kepala Divisi Komunikasi dan Pertanggung Jawaban Sosial PT PAM...