Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Mencintai Alquran adalah Sunnah Rasulullah'

Senin, 04 Juni 2012, 16:47 WIB
Komentar : 1
Republika/Edwin Dwi Putranto
Membaca Alquran (ilustrasi).
Membaca Alquran (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Selatan, Gatot Pudjo Nugroho mengajak para orang tua mendidik anak-anaknya untuk mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Alquran sejak dini. Sebab, menanamkan nilai-nilai Alquran sejak dinni adalah upaya demi menciptakan generasi muda yang  berkarakter.

"Tanamkan nilai-nilai Alquran pada anak sejak dini. Karena mengajarkan anak mencintai Alquran merupakan sunnah Nabi (Muhammad SAW)," katanya pada wisuda santri TKQ/TPQ se-Kota Medan yang diikuti 2.415 santri di Auditorium Universitas Negeri Medan, Senin (4/6).

Ia mengatakan, dengan menanamkan nilai-nilai Alquran sejak dini pada anak, maka kedepannya diharapkan mereka menjadi generasi muda yang memiliki mental cerdas. Sehingga menjadi pribadi yang berguna bagi agama, bangsa dan negara.

"Tadi pagi saya baru melepas beberapa Khalifah kontingen Sumut untuk mengikuti MTQ tingkat nasional di Ambon. Beberapa di antaranya masih berusia muda mulai dari tingkat SD hingga SMA. Yang lebih menggembirakan mereka semua sudah hafal beberapa juz Alquran," sebutnya.

Dengan hafal Alquran, masih kata Gatot, kedepannya anak-anak bangsa diharapkan dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran ke kehidupan sehari-harinya. Akhirnya, tunas-tunas bangsa itu diharapkan menjadi pribadi-pribadi yang berahlak dan berjiwa mulia.

"Hari ini anak-anak kita yang diwisuda sangat bahagia. Saya ingin kebahagian itu terus menyertai pendidikan mereka hingga ke jenjang pendidikan selanjutnya. Ini menjadi tugas bersama bagimana kedepan keceriaan mereka tidak hilang karena kurangnya perhatian dari orang tua," katanya mengakhiri.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...