Rabu, 30 Mei 2012, 06:09 WIB

Sertifikasi Halal Online Belum Tersosialisasikan Secara Luas

Rep: Indah Wulandari/ Red: Dewi Mardiani
mui.or.id
Halal (ilustrasi)
Halal (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minat produsen halal untuk mengurus sertifikat secara online masih terkendala sosialisasi program. "Saya belum mengetahui program sertifikasi halal online. Tapi saya berminat sekali jika ada kemudahan yang ditawarkan," ungkap CEO PT Nabila Internasional Fahira Fahmi Idris, kemarin.

Putri mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris ini menilai, pengurusan sertifikat dan pelabelan halal sangat penting. Lantaran bisa menjamin keamanan bahan produk makanan dan kosmetik yang dihasilkannya. Secara tak langsung, produknya sangat terjamin dipakai oleh masyarakat secara bebas. "Pendaftaran online ini juga memotong jalur birokrasi dan mencegah praktik korupsi," ujar empunya Gerakan Damai Indonesia ini.

Pendiri Penerbit Aula Pustaka, Endang Dwijati juga mengapresiasi format pendaftaran sertifikat online ini. Meski produk-produk buku anak dan Alquran Al Musamma' miliknya tak sepenuhnya butuh label maupun sertifikasi halal, dia mendukung penuh upaya Lembaga Pengkajian Obat-obatan dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). "Pengecekan bahan maupun sudit spesifikasi barang memang harus diserahkan pada ahlinya," kata Endang.

Harapan profesionalitas serta efisiensi waktu juga diungkapkan CEO Fulcaff Grup, Syaiful Bari. Meski produk kopi luwaknya telah mendapat sertifikat dari lembaga Sucofindo, dia masih meyakini label halal terbitan LPPOM MUI masih menjadi jaminan. Jika di lembaga sebelumnya sertifikat selesai sekitar sebulan, ungkap Syaiful, semoga dengan online ini bisa lebih cepat lagi. "Tentunya tidak perlu memakai koneksi orang dalam ataupun makelar,"tegasnya.

Wakil Direktur LPPOM MUI Sumunar Jati sangat memahami kondisi pengurusan sertifikat halal yang sebelumnya banyak dikeluhkan. Maka, lembaganya berupaya merilis registrasi online dengan dukungan kecanggihan teknologi. Semuanya, lanjut Jati, agar produk halal Indonesia tak kalah saing.

Disinggung tentang pendaftar baru program CEROL-SS23000 yang sudah soft launching pada 24 Mei lalau, Jati mengaku ada sekitar 20-an pendaftar di website www.halalmui.org. "Setidaknya setiap hari ada satu pendaftar dan itu akan bertambah terus hingga grand launchingnya di bulan Juli mendatang," ungkap Jati.