Kamis, 23 Zulqaidah 1435 / 18 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kyai Kampung Ujung Tombak Pertahanan Islam

Sabtu, 28 April 2012, 17:37 WIB
Komentar : 1
yahoo.com
Masjid Wapaue
Masjid Wapaue

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG —- Kyai kampung sebagai penyebar agama Islam di pelosok-pelosok desa ternyata sangat berjasa dalam perkembangan Islam di Indonesia. Seperti halnya, kesiagaan mereka selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan jasanya.

“Kyai kampung rela membantu masyarakat kapanpun dibutuhkan tanpa ada kepentingan didalamnya. Hal itu lah yang tidak kita temukan di kyai-kyai zaman sekarang yang berada di perkotaan,” ujar Habib Masdy Alatas, Ketua Gerakan Muslim Indonesia Raya, di sela-sela ceramahnya dalam acara silaturahmi kyai kampung di Ponpes Al-Munawarrah, Jumat (27/4).

Selain itu, kata Masdy, dalam urusan ilmu agama pun kyai kampung lebih memimpin dibanding dengan kyai-kyai sering tampil di televisi. “Janganlah kyai sekarang berbicara tauhid. Luruskan saja dalam urusan akhlak”,tegasnya di depan ribuan kyai kampung se-Jawa Barat.

Senada dengan Masdy,  Ikyan Sibaweh Badruzzaman, Sesepuh Tarikat Tizaniah, Jawa Barat menuturkan bahwa kyai kampung adalah ujung tombak dalam pertahanan Islam. “Tanpa mereka agama hancur, begitupula dengan Indonesia. Karena peran mereka dalam masyrakat sangat luar biasa”,jelasnya.

Secara umum, ungkap Ikyan, kyai kampung merupakan kyai yang memiliki tindakan langsung di masyrakat karena rasa tanggung jawab mereka lebih besar dalam membangun umat. “Semua hal mereka kerjakan. Dari meladeni orang yang sakit, memandu orang di akhir ajalnya, memimpin tahlilan dan sebagainya. Tapi mereka justru kurang terperhatikan”,sesalnya.

Untuk itu, jelas Ikyan, pihaknya mengharapkan dengan adanya acara silatuhrahmi kyai kampung di Ponpes Al-Munawarrah sekaligus deklarasi perdana Majelis Ulama Kampung Provinsi Jawa Barat, para kyai kampung dapat disatukan dan dibina lebih mendalam. “Potensi yang mereka miliki perlu diarahkan dan dibina sehingga mereka juga sadar bahwa masih ada yang peduli terhadap mereka”,kata Ikyan.

Pembinaan potensi kyai kampung, lanjut Ikyan, agar sistematis ditentukan dengan suatu kurikulum. “Misalnya tahun ini pelatihan-pelatihan seperti penekanan tafsir, fiqih ibadah dan fiqih muamallah. Pelatihan ini pun sekaligus untuk pembinaan jiwa agar tidak mubazir dalam penerapannya”,imbuhnya.

Lebih lanjut, Ikyan memaparkan mubazir yang dimaksud adalah penerapan pelatihan tidak hanya dalam kata-kata namun harus dihayati sampai di dalam qolbu. “Sehingga para kyai kampung memiliki kontribusi yang jelas dalam membangun kampungnya. Penyampaian ajaran pun menjadi sistematis dan lebih dimengerti mendalam oleh masyarakat”,harapnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Munawarrah, Deden Fahruroji, mengapresiasi kehadiran para kyai kampung di Ponpesnya. “Unit terkecil di suatu negara adalah masyarakat. Disinilah peran kyai kampung dibutuhkan dalam membina masyarakat agar lebih tertata tujuan hidupnya,” ucapnya.

Reporter : Rachmita Virdani
Redaktur : Heri Ruslan
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Terapi Air Bantu Mobilitas Penyandang Difabel
WASHINGTON --  Tim riset di Human Performance Lab Middle Tennessee State University, tengah mengembangkan terapi air guna membantu mobilitas warga difabel. Pasien yang...