Rabu, 18 Zulqaidah 1436 / 02 September 2015
find us on : 
  Login |  Register

PBNU Diminta Rais Syuriah Hentikan Djan Faridz

Senin, 23 April 2012, 19:58 WIB
Komentar : 2
mobile.seruu.com
Kantor Pusat PBNU (ilustrasi)
Kantor Pusat PBNU (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diminta segera menerbitkan surat keputusan pemberhentian Djan Faridz sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU DKI. Pemberhentian itu diperlukan karena  Djan merangkap jabatan sebagai Menteri Perumahan Rakyat.

Permintaan tersebut merupakan salah satu rekomendasi musyawarah alim ulama NU se-DKI Jakarta yang digelar Syuriah PWNU DKI di Jakarta, Senin (23/4). Rais Syuriah PWNU DKI, K.H. Maulana Kamal Yusuf, menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut menindaklanjuti instruksi Syuriyah PBNU kepada Tanfidziyah PBNU untuk menegakkan aturan pelarangan rangkap jabatan di jajaran NU dengan jabatan publik/politik sebagaimana diatur dalam Anggara Dasar/Anggaran Rumah Tangga NU.

"Menindaklanjuti instruksi penegakan AD/ART NU hasil Muktamar NU Makasar tentang rangkap jabatan, maka alim ulama NU DKI Jakarta mendesak Ketua Umum PBNU untuk segera menerbitkan surat keputusan pemberhentian dengan hormat saudara Djan Faridz dari jabatannya sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta," kata Maulana Kamal.

Setelah Faridz Diberhentikan, PBNU juga diminta secepatnya melakukan langkah-langkah konkret organisasi sesuai AD/ART NU. Tujuannya agar kerja organisasi tak terhambat.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Astrie Ivo: Berhaji Seperti Gladi Resik Kematian
TANGERANG SELATAN -- Menunaikan ibadah haji memiliki makna tersendiri bagi Astrie Ivo. Menurut dia berhaji seperti sedang melakukan gladi resik kematian. Di mana...