Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

MIUMI: RUU Gender Produk Liberal

Minggu, 08 April 2012, 17:00 WIB
Komentar : 0
antaranews
Ustaz Bachtiar Nasir
Ustaz Bachtiar Nasir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rancangan Undang-Undang (RUU) Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG) yang sudah mulai dibahas secara terbuka di DPR menuai kontroversi. Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) bahkan menyebut aturan tersebut adalah produk liberal.

Pasalnya, kata Sekjen MIUMI, Ustaz Bachtiar Nasir, secara substansial, defenisi gender yang termaktub pada Pasal 1 Ayat 1 sangatlah bertentangan dengan ajaran Islam. Yakni sebagaimana mengenai peran dan kedudukan perempuan.

Menurut dia, dalam pasal tersebut, gender didefenisikan sebagai pembedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan. "Padahal hal tersebut merupakan hasil konstruksi sosial budaya yang sifatnya tidak tetap dan dapat dipelajari," ungkapnya saat ditemui di acara Tabligh Akbar "Menolak RUU Gender Liberal", di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Ahad (8/4).

Dalam Islam, jelas dia, pembagian peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan tidak berdasarkan pada budaya, tetapi berdasarkan wahyu yang bersifat lintas zaman dan budaya.

Selain itu, dia pun menilai bahwa makna kesetaraan dan keadilan dalam RUU tersebut, terutama dalam Pasal 1, 2, dan 3, pun memiliki pertentangan dalam ajaran Islam. Sebab dalam Islam, pemaknaan hal tersebut tidaklah berarti persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam semua hal.


Reporter : Ahmad Reza Safitri
Redaktur : Heri Ruslan
Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  sicksoulz Jumat, 4 Mei 2012, 21:00
wahyu yang lintas jaman dan budaya???apakah wahyu boleh difalsifikasi atau hanya boleh di verifikasi???konstruksi sosial pun ada teorinya dan analis/metodenya secara ilmiah.
kenapa tuhan memberikan otak, namun kemudian dilarang untuk menggunakannya (galileo galilei).
  Amenk Selasa, 17 April 2012, 12:20
RUU Gender adalah pesanan kaum Liberal, maka harus ditolak, kembalilah kepada alquran dan alhadis..
  mukti Minggu, 8 April 2012, 21:57
di DPR itu klo bayrannya besar,,,,,maka RUU di bahas,,,klo tuk mnetapkn RUU jd UU harus bayar lagi,,,namanya jg DPR (Dewan Penipu Rakyat),,
  Benjamin Tahu Minggu, 8 April 2012, 21:01
Sudah saatnya penegasan pasal 29 UUD45 menghidupkan kembali ''Negara berdasar atas
Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya''...