Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1436 / 23 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

MIUMI: RUU Gender Produk Liberal

Sunday, 08 April 2012, 17:00 WIB
Komentar : 1
antaranews
Ustaz Bachtiar Nasir
Ustaz Bachtiar Nasir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rancangan Undang-Undang (RUU) Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG) yang sudah mulai dibahas secara terbuka di DPR menuai kontroversi. Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) bahkan menyebut aturan tersebut adalah produk liberal.

Pasalnya, kata Sekjen MIUMI, Ustaz Bachtiar Nasir, secara substansial, defenisi gender yang termaktub pada Pasal 1 Ayat 1 sangatlah bertentangan dengan ajaran Islam. Yakni sebagaimana mengenai peran dan kedudukan perempuan.

Menurut dia, dalam pasal tersebut, gender didefenisikan sebagai pembedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan. "Padahal hal tersebut merupakan hasil konstruksi sosial budaya yang sifatnya tidak tetap dan dapat dipelajari," ungkapnya saat ditemui di acara Tabligh Akbar "Menolak RUU Gender Liberal", di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Ahad (8/4).

Dalam Islam, jelas dia, pembagian peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan tidak berdasarkan pada budaya, tetapi berdasarkan wahyu yang bersifat lintas zaman dan budaya.

Selain itu, dia pun menilai bahwa makna kesetaraan dan keadilan dalam RUU tersebut, terutama dalam Pasal 1, 2, dan 3, pun memiliki pertentangan dalam ajaran Islam. Sebab dalam Islam, pemaknaan hal tersebut tidaklah berarti persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam semua hal.


Reporter : Ahmad Reza Safitri
Redaktur : Heri Ruslan
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Irman Gusman: Nilai Pemerintahan Jokowi A Minus
AKARTA — Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman menilai pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla sudah berlangsung baik. Meski menurutnya banyak kebijakan yang diambil...