Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muhammadiyah Kecam Usulan Panji Gumilang Soal Hubungan Diplomatik dengan Israel

Monday, 26 March 2012, 15:31 WIB
Komentar : 0
Muhammadiyah (ilustrasi).
Muhammadiyah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan pengasuh pondok pesantren Az-Zaytun, Panji Gumilang yang mengatakan perlunya Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel, menuai protes dan kecaman dari berbagai kalangan.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Yunahar Ilyas menilai pernyataan itu seharusnya tidak keluar dari seorang Muslim, apalagi sosok yang dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren.

"Apabila ia Muslim dan masih memiliki hati nurani dan berpikiran jernih, maka ucapan itu tidak pantas terucap," kata Yunahar kepada Republika.co.id dalam pesan singkatnya, Senin (26/3).

Panji Gumilang pada Ahad (25/3) lalu di hadapan Menteri Agama, Suryadharma Ali menyampaikan pernyataan kontrovesialnya. Selain mengusulkan perlunya dibuka hubungan diplomatik Indonesia-Israel, Panji juga mengatakan bahwa Israel bukanlah penjajah. Tapi Israel berusaha membagi dua wilayah menjadi milik Israel dan Palestina.

Menurut Yunahar ucapan yang menganggap bahwa Israel bukan penjajah merupakan sesuatu yang mengeyampingkan fakta sejarah. Bagaimanapun, jelas dia, Israel telah mengusir rakyat Palestina untuk memaksa adanya solusi dua negara.

"Solusi kedua negara adalah kehendak Amerika dan Barat, bukan kehendak rakyat Palestina," ujarnya. Dunia internasional, lanjut dia, telah mengakui bahwa Israel melakukan pelanggaran HAM berat, bahkan negara-negara Islam telah sepakat bahwa Israel adalah negara penjajah.

Membuka hubungan diplomatik dengan Israel, maka tidak ubahnya mengaku negara penjajah ini sebagai merdeka. Dan itu bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, dan tidak peduli dengan negara Palestina yang sedang terjajah.


Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Heri Ruslan
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ratusan WNI Gabung ISIS, BNPT Sulit Lakukan Pendataan, Mengapa?
JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) memperkirakan ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak. Namun...