Wednesday, 22 Zulqaidah 1435 / 17 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Santri NU Bahas Peran Pesantren Hadang Terorisme Global

Thursday, 15 March 2012, 13:24 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Supriyanto
Said Agil Siradj
Said Agil Siradj

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Republik Federal Jerman akan menggelar seminar internasional bertema "Peran Ulama Pesantren dalam Mengatasi Terorisme Global" pada 16-18 Maret di Cirebon, Jawa Barat. Seminar yang bakal dihadiri BJ Habibie dan Ketua PBNU, KH Said Agil Sirodj, ini membahas peran santri menghadang gelombang radikalisme.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Norbert Baas, dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmy Faishal Zaini, juga direncanakan hadir. Pembicara lainnya adalah mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI), Nasir Abas, dan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyad Mbai.

"Kami ingin masyarakat, khususnya di Barat, tahu bahwa pesantren bukan penghasil pelaku terorisme. Kami ingin tunjukkan inilah pesantren, khususnya yang diasuh ulama Nahdlatul Ulama, jauh dari ajaran radikalisme dan terorisme," kata ketua panitia pelaksana seminar, Wiku Wardana, Kamis (15/3).

Said Aqil mengatakan bahwa seminar ini merupakan langkah positif untuk membantu pemberantasan terorisme, khususnya untuk Indonesia. "NU sebagai civil society memiliki kewajiban itu," katanya.

Rencananya pembukaan seminar dilaksanakan di Pondok Pesantren Kempek. Sementara, acara seminar dilaksanakan di Hotel Apita Green. Panitia mengundang peserta dari perwakilan masing-masing PCNU se- Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Sumatera Selatan. Estimasi jumlah peserta sekitar 100 orang.

Reporter : Indah Wulandari
Redaktur : Didi Purwadi
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Atasi Masalah Grafiti, ini Cara Kreatif Washington DC
WASHINGTON --  Kota besar seperti ibukota Amerika Serikat, Washington DC, juga menghadapi masalah graffiti karena semakin banyaknya dinding gedung dan tempat umum yang...