Jumat, 28 Ramadhan 1435 / 25 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Santri NU Bahas Peran Pesantren Hadang Terorisme Global

Kamis, 15 Maret 2012, 13:24 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Supriyanto
Said Agil Siradj
Said Agil Siradj

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Republik Federal Jerman akan menggelar seminar internasional bertema "Peran Ulama Pesantren dalam Mengatasi Terorisme Global" pada 16-18 Maret di Cirebon, Jawa Barat. Seminar yang bakal dihadiri BJ Habibie dan Ketua PBNU, KH Said Agil Sirodj, ini membahas peran santri menghadang gelombang radikalisme.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Norbert Baas, dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmy Faishal Zaini, juga direncanakan hadir. Pembicara lainnya adalah mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI), Nasir Abas, dan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyad Mbai.

"Kami ingin masyarakat, khususnya di Barat, tahu bahwa pesantren bukan penghasil pelaku terorisme. Kami ingin tunjukkan inilah pesantren, khususnya yang diasuh ulama Nahdlatul Ulama, jauh dari ajaran radikalisme dan terorisme," kata ketua panitia pelaksana seminar, Wiku Wardana, Kamis (15/3).

Said Aqil mengatakan bahwa seminar ini merupakan langkah positif untuk membantu pemberantasan terorisme, khususnya untuk Indonesia. "NU sebagai civil society memiliki kewajiban itu," katanya.

Rencananya pembukaan seminar dilaksanakan di Pondok Pesantren Kempek. Sementara, acara seminar dilaksanakan di Hotel Apita Green. Panitia mengundang peserta dari perwakilan masing-masing PCNU se- Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Sumatera Selatan. Estimasi jumlah peserta sekitar 100 orang.

Reporter : Indah Wulandari
Redaktur : Didi Purwadi
"Orang munafik adalah orang yang banyak mencela, dan merasa dirinya lebih baik dibandingkan saudaranya"((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Instruksi Rekayasa Arus dari Kapolri
CIKAMPEK -- Kapolri Jenderal Sutarman mengunjungi posko mudik di Cikopo belum lama ini. Dalam kesempatan itu Sutarman  meninjau kesiapan kepolisian dalam mengahadapi musim...