Muhammadiyah Kecam Pembubaran Pengajian Tafsir Alquran

Minggu, 29 Januari 2012, 22:31 WIB
Muhammadiyah Kecam Pembubaran Pengajian Tafsir Alquran
Muhammadiyah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pembubaran Pengajian Majelis Tafsir Alquran yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di Kudus, Jawa tengah, mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Aksi pembubaran tersebut dinilai sangat bertentangan dengan nilai-nilai pluralitas, kebhinekaan, dan semangat persatuan dan kesatuan. Terlebih aksi itu dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang memiliki keyakinan dan kepercayaan yang sama.

"Saya melihat aksi tersebut betul-betul tidak sejalan dengan semangat ukhuwah Islamiyah," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay, Ahad (29/1).

Menurut Saleh, dalam agama Islam jelas ditegaskan bahwa setiap orang Muslim itu adalah bersaudara. Karena itu, apa pun persoalan yang dihadapi haruslah diselesaikan dengan semangat persaudaraan dan kekeluargaan.

Selain itu, menurut Saleh, tindakan pembubaran paksa semacam ini juga bertentangan dengan semangat kerukunan antar umat beragama. Apalagi, semangat pembinaan kerukunan umat beragama tersebut semestinya diawali dengan pembinaan kerukunan di tingkat internal umat beragama.

Kalau pembinaan di tingkat internal diabaikan, maka tentu akan sulit pula untuk memperluasnya ke tingkat eksternal, yaitu kerukunan antar umat beragama. "Jangan sampai muncul kesan bahwa orang Islam hanya bisa bertoleransi dengan umat agama lain. Sementara, toleransi dengan sesama Muslim diabaikan," kata Saleh.

Menurut dia, kesan seperti ini justru akan memojokkan posisi umat Islam Indonesia yang selama ini dikenal sangat ramah dan menghargai perbedaan. Dalam konteks itu, Saleh mengharapkan, agar pihak keamanan segera melakukan penegakan hukum bila ada kelompok masyarakat yang dinilai bersalah. Persoalan seperti ini harus dituntaskan sampai ke akar-akarnya agar tidak merembes ke daerah lain.


Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Muhammad Fakhruddin
Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, cucu kesayangan Rasulullah SAW, berkata: "Aku telah hafal sabda Rasulullah SAW: 'Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu dan kerjakan perkara yang tidak meragukanmu". (HR. Tirmidzi dan Nasa'i)
LATIF, Sabtu, 14 April 2012, 11:27

saya bukan anggota MTA tapi saya suka MTA, maju terus da'wah sampai mati dan siap mati dalam da'wah

Balas
agus, Selasa, 20 Maret 2012, 11:04

aku tak urusi diriku sendiri aja akh.

Balas
agus abdillah, Selasa, 20 Maret 2012, 11:00

mari urus diri sendiri,besuk di akherat juga sendiri2.

Balas
joko widodo, Rabu, 14 Maret 2012, 15:03

MTA ga bener tuh...bubarin aja. masa main kafir kafirin orang aja... wahabi nih pasti arab saudi antek amerika

Balas
wahab, Rabu, 8 Pebruari 2012, 15:27

JANGAN IKUT-IKITAN NDUKUNG MTA...NTAR DIBILANG WAHABI

1 Balasan
ksatria, Rabu, 8 Pebruari 2012, 17:12

daripada ngakunya ahlussunah waljamaah, tapi jauh kelakuannya dari quran sunnah. HAnya Allah yg menilai, bukan manusia.

Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...