Senin, 19 Ramadhan 1436 / 06 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

Waspada, Ada 300 Aliran Sesat Merajalela di Negeri Ini

Minggu, 29 Januari 2012, 15:04 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 300 aliran keagamaan yang sesat. Dalam mengamalkan ajarannya, mereka selalu mengklaim berdasarkan Alquran dan hadist. Untuk itu, Muslim diminta waspada dengan aliran keagamaan yang mendompleng Alquran dan Sunnah.

"Dari penelitian kami, ada lebih dari 300 aliran sesat di negeri ini," kata Direktur Islamic Center Al-Islam, Bekasi, Ustadz Farid Okbah, pada bedah bukunya berjudul 'Hidup Hanya Sekali, Jangan Salah Jalan,' di Masjid Nurul Ulul, kompleks Islamic Centre Rajabasa, Bandar Lampung, Ahad (29/1).

Bedah buku ini, menghadirkan pembedah ustadz Agus Supriadi Lc, dari yayasan Pondok Pesantren Ulul Albab, Jatiagung, Lampung Selatan. Aliran sesat ini, ungkap Farid, mulai dari kecil hingga yang besar dan nyata-nyata dalam menjalankan ajarannya.

Selain itu, ia mengungkapkan aliran-aliran sesat yang mengatasnamakan Alquran dan Sunnah selalu mengajak umat kepada jalan kesesatan yang jauh dari agama Islam sesuai dengan Alquran dan Sunnah.

Ia berharap umat Islam wasdapa jika ada seorang atau ustadz yang mengajak atau mengajarkan yang menyimpang dari petunjuk Alquran dan Sunnah, tetapi mengklaim berdasarkan Alquran dan Sunnah. "Umat Islam harus faham ajaran agama yang benar merujuk pada Alquran dan sunnah Rasul saw dan para sahabat," katanya.

Menurut dia, Islam sudah mengajarkan ada dua jalan apabila ingin selamat. Pertama, jalan yang lurus atau benar (sabili muslimin). Kedua, jalan kesesatan (sabili mujrimin). Jalan kesesatan yakni jalannya orang yang selalu berbuat dosa dan menjerumuskan ke dalam api neraka. Sedangkan jalan yang lurus dan benar adalah jalan yang ditempuh kaum Muslimin untuk menghadap Allah SWT.

Reporter : mursalin yasland
Redaktur : Djibril Muhammad
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar