Rabu, 3 Syawwal 1435 / 30 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Waspada, Ada 300 Aliran Sesat Merajalela di Negeri Ini

Minggu, 29 Januari 2012, 15:04 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 300 aliran keagamaan yang sesat. Dalam mengamalkan ajarannya, mereka selalu mengklaim berdasarkan Alquran dan hadist. Untuk itu, Muslim diminta waspada dengan aliran keagamaan yang mendompleng Alquran dan Sunnah.

"Dari penelitian kami, ada lebih dari 300 aliran sesat di negeri ini," kata Direktur Islamic Center Al-Islam, Bekasi, Ustadz Farid Okbah, pada bedah bukunya berjudul 'Hidup Hanya Sekali, Jangan Salah Jalan,' di Masjid Nurul Ulul, kompleks Islamic Centre Rajabasa, Bandar Lampung, Ahad (29/1).

Bedah buku ini, menghadirkan pembedah ustadz Agus Supriadi Lc, dari yayasan Pondok Pesantren Ulul Albab, Jatiagung, Lampung Selatan. Aliran sesat ini, ungkap Farid, mulai dari kecil hingga yang besar dan nyata-nyata dalam menjalankan ajarannya.

Selain itu, ia mengungkapkan aliran-aliran sesat yang mengatasnamakan Alquran dan Sunnah selalu mengajak umat kepada jalan kesesatan yang jauh dari agama Islam sesuai dengan Alquran dan Sunnah.

Ia berharap umat Islam wasdapa jika ada seorang atau ustadz yang mengajak atau mengajarkan yang menyimpang dari petunjuk Alquran dan Sunnah, tetapi mengklaim berdasarkan Alquran dan Sunnah. "Umat Islam harus faham ajaran agama yang benar merujuk pada Alquran dan sunnah Rasul saw dan para sahabat," katanya.

Menurut dia, Islam sudah mengajarkan ada dua jalan apabila ingin selamat. Pertama, jalan yang lurus atau benar (sabili muslimin). Kedua, jalan kesesatan (sabili mujrimin). Jalan kesesatan yakni jalannya orang yang selalu berbuat dosa dan menjerumuskan ke dalam api neraka. Sedangkan jalan yang lurus dan benar adalah jalan yang ditempuh kaum Muslimin untuk menghadap Allah SWT.

Reporter : mursalin yasland
Redaktur : Djibril Muhammad
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
JK, Terpilih Wapres Biasa Saja, Anak dan Cucu Sedih
JAKARTA -- JAKARTA -- Jusuf Kalla sudah diumumkan secara resmi oleh KPU sebagai cawapres terpilih 2014-2019 pada tanggal 22 Juli kemarin. Ini menjadi kali...