Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

MUI: Tidak Mudah Keluarkan Fatwa Sesat Syiah

Jumat, 27 Januari 2012, 15:44 WIB
Komentar : 0
Slamet Effendy Yusuf
Slamet Effendy Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Fatwa haram dan sesat untuk Syiah dinilai tidak segampang apa yang dipikirkan. Sebab, perlu beberapa tinjauan dalam melihat Syiah khususnya di Indonesia.

Tinjauan tersebut termasuk dari sisi sosial (Ijtima'i), ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan potilik serta kemajuan dunia Islam. "Jadi tidak segampang itu mengatakan Syiah haram dan sesat, harus ada tinjauan yang komprehensif," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (UI) Slamet Effendy Yusuf, Jakarta, Jumat (27/1).

Ia mengingatkan dalam permasalahan Syiah ini, bahwa persatuan umatlah yang penting dibanding membuat keretakan persaudaraan sesama umat Islam di Indonesia.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerima dan berjanji mengkaji mengenai fatwa sesat yang di keluarkan MUI Jawa Timur. MUI sudah memiliki tim untuk mengkaji hal tersebut. Dalam waktu kurang lebih satu pekan ini MUI akan mengeluarkan keputusannya.

Ketua MUI bidang Fatwa, KH Ma'ruf Amin menjelaskan, pihaknya telah menerima 27 orang perwakilan dari gabungan MUI Jawa Timur dan persatuan ulama-ulama Jawa Timur. Dalam silaturahmi yang berjalan tertutup bagi media tersebut MUI Pusat menerima usulan MUI Jatim untuk segera mengeluarkan fatwa sesat terhadap Syiah.

Menurut Kiai Ma'ruf, keputusan MUI Jawa Timur menyatakan Syiah menyesatkan berawal dari fatwa  yang dikeluarkan oleh beberapa MUI-MUI di Kabupaten kemudian ditindak lanjuti menjadi keputusan MUI Jawa Timur. Sekarang MUI Jawa Timur selain menyampaikan mengenai hal ini juga mendesak MUI pusat untuk mengeluarkan fatwa ini secara nasional.

MUI sendiri menurut Ma'ruf sudah memiliki tim untuk mengadakan pengkajian. Pengkajian berupa kajian literatur dan lapangan.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Djibril Muhammad
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  abdi Jumat, 9 Maret 2012, 23:55
mungkin maksudnya tidak mau
  han Rabu, 1 Februari 2012, 18:19
Tidak ada Lagi Kebijakan Pemerintah RI Yang Positif yang ingin memajukan Negara, yang ada hanya kebijakan yang menghancurkan NEGARA TERCINTA INI
  NU Jumat, 27 Januari 2012, 23:48
MUI bukan hanya di Jawa Timur Indonesia ini bukan hanya jawa timur, Sesiapa yang suka menyesatkan anti persatuan, siapa yang anti persatuan anti NKRI, siapa yang anti NKRI berarti makar, sesiapa yang makar patut untuk 'diperangi negara'..
  harto Jumat, 27 Januari 2012, 16:41
ketika syiah dan sunni dipertentangkan, maka bersiaplah Indonesia menjadi medan perang sebagaimana timur tengah, tidak ada lagi Islam damai, yg adalah bom bunuh diri untuk membela keyakinan masing2 yang puritan
  Abu Raffi Jumat, 27 Januari 2012, 16:38
Syiah adalah muslim sejati, mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad adalah utusan/Rosul dan hamba Alloh...
jangan gampang menyesatkan aliran islam lain...