Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

PBNU: Kaum Tariqah Tali Perekat Islam Nusantara

Rabu, 11 Januari 2012, 18:05 WIB
Komentar : 0
Said Aqil Siradj
Said Aqil Siradj

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG - Ketua PBNU, Said Aqil Siraj pun mengungkapkan tradisi, pendekatan dan perilaku sufi yang teduh, jernih, substantif, mendidik, dan tanpa kekerasan dinilai paling tepat untuk membuat Indonesia aman, sejahtera, dan maju. Ia mengatakan sudah saatnya jamaah NU, ulama, dan umat Islam bersatu bersama pemerintah untuk mensukseskan pembangunan yang sedang dijalankan.

"Walau di sana sini masih banyak kekurangan dan tantangan, tetapi justru itu warga NU harus mampu mengatasi hal itu dan bukan mencaci maki," katanya dalam muktamar XI Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nadliyyah di Malang, Jawa Timur, Rabu (11/1).

Menurutnya, upaya NU merangkul thariqah yang ada bukan untuk diskriminasi atau menyingkirkan yang lain. Tetapi, persatuan thariqah ini penting untuk membangun bangsa. "Kaum thariqah merupakan tali perekat Islam nusantara maka ahli thariqah perlu disatukan agar bisa membina mental bangsa," tuturnya.

Gubernur Jawa Timur, Sukarwo mengatakan pertemuan antara ulama dan kepala negara ini menjadi momen penting. Dalam kehidupan beragama di Jawa Timur upaya membangun bidang keagamaan tetap dilakukan. Walaupun sikap fanatisme bahkan sampai menimbulkan fanatisme berlebihan sampai ke tindakan destruktif.

"Insya Allah pemerintah dan ulama melakukan pendekatan persuasif terutama lewat tokoh agama agar kondisi kembali aman dan memberikan perlindungan secara maksimal," tuturnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan muktamar XI Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nadliyyah. Presiden didampingi ibu negara, Ani Yudhoyono dan beberapa pejabat negara.

Di antaranya, Menteri Agama, Suryadharma Ali, Kapolri Timur Pradopo, panglima TNI, Agus Suhartono. Muktamar tersebut mengambil tema; Dengan Thariqat Kita Perkokoh Kebersamaan Umat dan Bangsa untuk Perdamaian dan Kesejahteraan Bangsa.

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Djibril Muhammad
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...