Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

LAZ akan Layangkan Gugatan Uji Materi UU Zakat

Kamis, 03 November 2011, 17:04 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Lembaga Amil Zakat (LAZ) menyiapkan langkah untuk melayangkan gugatan uji materiil terhadap Undang Undang Zakat yang baru saja disahkan oleh lembaga legislatif. Langkah ini ditempuh karena UU tersebut bisa menjadi semacam lonceng kematian bagi pengelolaan zakat di masa mendatang.

''Ini sebenarnya Undang Undang Baznas, bukan Undang Undang Zakat. Jadi harus ditolak semuanya,'' kata Juperta Panji Utama dari LAZ Lampung Peduli dalam diskusi 'Masa Depan Zakat Indonesia Pascapengesahan UU Zakat' di kantor Republika Jakarta, Kamis (3/11).

Panji mengatakan hadirnya UU Zakat yang baru saja disahkankan ini berpotensi untuk mematikan lembaga zakat yang selama ini sudah ada mengelola dan menghimpun zakat di masyarakat. Argumentasi itu didasarkan peran masyarakat yang dinihilkan di dalam UU ini.

Sebaliknya, UU ini membuat Baznas menjadi lembaga superbodi tanpa ada restriksi. ''Bayangkan saja lembaga yang selama ini sudah 20 tahun (mengeolola zakat), nantinya bisa saja mati dengan adanya UU ini,'' kata dia. ''Untuk itu kami dari Lampung sangat menolak UU ini .''

Sementara itu Yusuf Wibisono, wakil kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menilai UU Zakat yang baru ini tidak ada memiliki dampak positif apapun bagi optimalisasi zakat ke depan. Ia merasa sangat heran mengapa pemerintah dan anggota legislatif justru melakukan amandemen UU No. 38/1999 tentang Pengelolaan  Zakat. ''Langkah yang bisa dilakukan, kita bisa ke MK (Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan UU ini. (Pembatalan ini) jangan lagi pasal per pasal tetapi secara keseluruhan,'' kata Yusuf.

Reporter : M Akbar
Redaktur : taufik rachman
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  MohdZack Minggu, 1 Juli 2012, 18:59
Syaikh Sya'rawi pernah Berkata: Ketika anda melihat Orang kafir di Negeri kaum Muslimin, maka ketahuilah bahwa ada Orang-orang kaya yang mencuri Hartanya.. Na'udzubillah minDzalik..
  Anwar Tribowo Kamis, 26 Januari 2012, 10:14
Bener..kalo yang ada duitnya PEMERINTAH SANGAT RAKUS. kalo masalah akhlaq yang tidak ada duitnya pemerintah jadi buta semua matanya. Undang-undang ini intinya : URUSAN UANG URUSAN PEMERINTAH. Ladang korupsi semakin terbuka lebar. Selamat memasuki jurang neraka...
  sahid Minggu, 13 November 2011, 13:02
et dah ya,,, sebagai orng islam sya miris baca berita di atas,,,
mengapa orang2 yang menganggap pintar tersebut dalam mengatur pengelolaan zakat tidak berkiblat ke al-qur'an dan hadist,
  123 Selasa, 8 November 2011, 09:00
LAZ nasional dibelakangnya kan partai2 yang ingin mengeruk dana kampanye untuk 2014, jadi merasa terusik... insyaflah sobat... jangan tunggangi kepentingan umat untuk kepentingan sesaat
  Sangkuriang Minggu, 6 November 2011, 19:17
KALAU SO'AL URUSAN ISLAM PEMERINTAH PASTI HANYA MAU URUS ZAKAT NIKAH DAN HAJI..SEMUA YG ADA DUIT UMMAT.....TAPI YG LAINNYA YG NGGAK ADA DUITNYA DICUEKIN...