Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

62 Pelajar SD 'Bertarung' Baca Alquran

Kamis, 04 Agustus 2011, 07:30 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, LIWA - Sebanyak 62 pelajar SD di Kabupaten Waykanan mengikuti lomba membaca Alquran yang diselenggarakan pemerintah setempat setelah tiga minggu lalu mereka belajar membaca kitab suci umat Islam itu dengan metode 'Tartil'.

"Kegiatan tersebut sebagai upaya berkesinambungan mewujudkan visi 'Religius Waykanan Bangkit' dimana selama beberapa pekan anak-anak kami mengikuti pendidikan membaca Aquran dengan bimbingan rekan-rekan dari IAIN Raden Intan Lampung yang melaksanakan KKN di sini," jelas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Waykanan Gino Vanollie di Blambanganumpu yang berada sekitar 200 Km sebelah utara Kota Bandarlampung, Kamis (4/8), saat dihubungi dari Liwa, Lampung Barat.

Haryo Mahmudi, mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan mengatakan penilaian lomba meliputi ketepatan membaca serta bagaimana peserta melagukan surat-surat Alquran yang dipilih panitia untuk dikompetisikan dengan baik.

"Salah satu yang dilombakan ialah Surat Al Baqarah," kata dia seraya menjelaskan jika kegiatan itu berlangsung di gedung serba guna (GSG) yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Waykanan.

Tartil, lanjut Haryo, merupakan metode efektif bagi yang tidak mampu membaca Alquran untuk bisa secara cepat menguasai kitab suci umat Islam.

"Pihak kampus menerjunkan sekitar 62 pengajar Tartil dan tersebar di 80 kampung yang ada di daerah itu. Dalam mengajar, rekan-rekan IAIN Raden Intan memperkenalkan dan mempraktekkan cara melafalkan huruf-huruf hijaiyah dengan benar dan baik, kemudian atau selanjutnya anak-anak yang diajar mengulanginya dengan benar dan baik," jelas dia.

Secara rinci, imbuh dia, huruf-huruf dalam buku Tartil berwarna merah dan hitam sehingga anak-anak akan lebih mudah mengenal, mengerti dan kemudian bisa membacanya. "Untuk peserta yang mengikuti lomba membaca Al Quran ialah yang lolos seleksi," kata dia seraya menyatakan jika anak-anak yang selesai belajar Tartil diwisuda oleh Bupati Bustami Zainudin.


Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar