Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

MUI Dukung Pemantauan Arah Kiblat Besok

Jumat, 27 Mei 2011, 17:03 WIB
Komentar : -1
Istimewa
Peta negara-negara yang bisa menggunakan Qiblat Day/Yaumu Roshdil Qiblah.
Peta negara-negara yang bisa menggunakan Qiblat Day/Yaumu Roshdil Qiblah.

REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK--Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung upaya pemantauan arah kiblat pada Sabtu (28/5), tepatnya pada pukul 16.17.54 waktu Indoneisia Barat (WIB). Dukungan ini disampaikan oleh Ketua MUI, Ma’ruf Amin, ditemui di sela-sela Muktamar ke-23 Rabithah Al Alawiyyah, di Depok, Jawa Barat, Jumat (27/5) sore. “Bagus saja.”

 

Ia mengatakan, berdasarkan fatwa yang pernah dikeluarkan MUI, arah kiblat umat Islam Indonesia adalah Barat Timur dengan ketentuan derajat sesuai dengan posisi wilayah masing-masing. Jika hasil pemantau arah kiblat itu nantinya, maka yang perlu dilakukan adalah menggeser shaf. Tidak perlu mengubah konstruksi bangunan Masjid ataupun mushalla.

Ia mengatakan, terkait kemungkinan terjadinya perbedaan derajat arah kiblat tersebut, ia menjelaskan selama selisih tidak signifakan maka hal tersebut bisa ditolelir. Pasalnya, arah kiblat tidak mesti mengarah pada bangunan Ka’bah secara tepat ain al ka’bah. Tetapi, yang menjadi patokan adalah arah dan posisi Ka’bah jihat al ka’bah.

Ia menambahkan, validitas arah kiblat sangat menentukan keabsahan shalat. Untuk itu, ijtihad penentuan arah kiblat mutlak diperlukan. Terkait dengan shalat yang telah dilakukan sebelum perubahan ataupun pergeseran arah kiblat hukumnya tetap sah. Dengan catatan, selama penentuan arah tersebut dilakukan dengan ijtihad yang maksimal.”Tidak ada masalah (dengan shalatnya).”

 

 

Reporter : Nashih Nasrullah
Redaktur : Krisman Purwoko
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  abie Senin, 6 Juni 2011, 09:51
dalam koordinat 3D akan sangat sulit didapat posisi yg pasti. Bayangkan di daerah yang berbeda sekitar 12 jam dengan Mekah orang solat menghadap ke tanah!! Hanya dengan mengandaikan bumi rata dan posisi vertikal diabaikan, jangan berharap mendapat presisi tinggi. Apalagi tanah terus bergerak
  hamba Kamis, 2 Juni 2011, 22:04
Kiblat adalah pemersatu sesama umat, pembeda dengan umat lain. Bayangkan kalau arah kiblat adalah matahari, bulan atau bintang atau surga?

Tuhan tak akan menyuruh umat menghadap ke kiblat yang mustahil atau sulit diketahui.

Menghadap ke kiblat adalah syarat sahnya salat, salat adalah rukun agam.
  ujang suparman Minggu, 29 Mei 2011, 20:18
Bukannya Alloh SWT telah berfirman, "Milik Allohlah Timur dan barat. Ke manapun kamu menghadap, maka ke situlah kamu menghadapkan diri kepada Alloh.," (Al-Baqoroh, 2: 115. Jadi saya pikir jihatul ka'bah (arah Ka'bah sudah cukup.
  godam64 Minggu, 29 Mei 2011, 15:56
secara alami permukaan tanah akan terus mengalami pergeseran sedikit demi sedikit sesuai petunjuk pergerakan gunung di Al-Qur'an. biarpun arahnya sudah benar kalau karpetnya tergeser juga bisa jadi miring solatnya. yang penting sudah usaha dan niat solat ke arah kiblat.
  Ilham Sabtu, 28 Mei 2011, 19:21
ibu saya ingin tahu soal informasi ini. jadi nggak terlalu spesifik kan ya derajat2nya... oy oy... everything keeps changing... D: