Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia Bantah Terlibat dalam Majelis Sunni-Syiah

Selasa, 24 Mei 2011, 20:43 WIB
Komentar : 0
Syiah dan Sunni
Syiah dan Sunni

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) membantah pihaknya terlibat dalam deklarasi Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (MUHSIN) pada Jumat (20/5) lalu di Masjid Akbar, Kemayoran, Jakarta.

Dalam rilisnya kepada Republika.co.id, Selasa (24/5), PP DMI mengatakan penandatanganan deklarasi tersebut tanpa sepengetahuan dan tidak mendapatkan rekomendasi dari PP DMI. “Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia secara kelembagaan tidak membenarkan peroangan Pengurus Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia menandatangani sebuah deklarasi, Memorandum of Understanding (MoU), nota kesepakatan, kerjasama dan perjanjian-perjanjian lainnya tanpa surat mandat dari Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI),” tulis rilis yang ditandatangani Ketua Umum PP DMI, Prof KH Tarmizi Taher, itu.

Seperti diberitakan Republika.co.id sebelumnya, MUHSIN dideklarasikan sebelum salat Jumat di Masjid Akbar, Kemayoran, Jakarta, oleh Pengurus Pusat Dewan Mesjid Indonesia (DMI) yang mewakili Sunni dan Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) yang mewakili Syi'ah. Anggota pengurus pusat DMI, Daud Poliradja, hadir dalam acara deklarasi tersebut.

"Majelis ini adalah yang pertama di dunia," kata Ketua IJABI Jalaluddin Rahmat dalam seminar 'Kerukunan Ummat Beragama Sebagai Modal Dasar Untuk Kelestarian dan Kebangkitan Bangsa' di acara deklarasi MUHSIN. Ia menegaskan majelis itu tidak mencampurkan dua paham atau ajaran kedua mazhab Islam itu, melainkan hanya sebagai tempat untuk berkumpul, berdialog, dan melakukan kegiatan sosial.

Salah satu dari lima poin deklarasi MUHSIN menyebutklan, "memendam dalam-dalam warisan perpecahan dan permusuhan di antara kaum mukmin."

Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  IMAN NURMAN Jumat, 30 Desember 2011, 21:32
Dahulukan Akhlaq Di Atas Perbedaan Mazhab, Allah hanya melihat manusia dari amal yang ikhlas dan sangat mencintai manusia yang saling menyayangi diantara mereka.
  majaskaffani Minggu, 18 Desember 2011, 13:19
Aqidah bukan ucapan, aqidah adalah pemahaman tentang ketuhanan, sesuai ilmu yang dibawa Nabi Muhammad
  gabriel Assakoni Aljais Minggu, 18 Desember 2011, 12:59
Aqidah bukan ucapan, aqidah adalah pemahaman tentang ketuhanan, sesuai ilmu yang dibawa Nabi Muhammad
  irsyad thaher Senin, 18 Juli 2011, 05:50
saya sangat setuju adanya wadah majlis sunni-syiah, mengapa tidak? sesama muslim, dari pada arab saudi yang sunni berwala pada amerika, dan jadi pembantu utama maerika untuk memerangi negeri muslim lain. na'udzubillah min dzalik.
  Handoko Selasa, 31 Mei 2011, 19:19
Rasulullah diutus sebagai rahmatallil'alamin. Rahmat bagi seluruh alam. Kita heran pemuka Islam yang menolak ukhuah sesama muslim. Semoga Allah Swt menurunkan laknatNya kepada yang membangkang terhadap ajaran Rasulullah Saw. Bihaqqi Muhammad wa Ali Muhammad