Monday, 20 Zulqaidah 1435 / 15 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia Bantah Terlibat dalam Majelis Sunni-Syiah

Tuesday, 24 May 2011, 20:43 WIB
Komentar : 0
Syiah dan Sunni
Syiah dan Sunni

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) membantah pihaknya terlibat dalam deklarasi Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (MUHSIN) pada Jumat (20/5) lalu di Masjid Akbar, Kemayoran, Jakarta.

Dalam rilisnya kepada Republika.co.id, Selasa (24/5), PP DMI mengatakan penandatanganan deklarasi tersebut tanpa sepengetahuan dan tidak mendapatkan rekomendasi dari PP DMI. “Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia secara kelembagaan tidak membenarkan peroangan Pengurus Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia menandatangani sebuah deklarasi, Memorandum of Understanding (MoU), nota kesepakatan, kerjasama dan perjanjian-perjanjian lainnya tanpa surat mandat dari Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI),” tulis rilis yang ditandatangani Ketua Umum PP DMI, Prof KH Tarmizi Taher, itu.

Seperti diberitakan Republika.co.id sebelumnya, MUHSIN dideklarasikan sebelum salat Jumat di Masjid Akbar, Kemayoran, Jakarta, oleh Pengurus Pusat Dewan Mesjid Indonesia (DMI) yang mewakili Sunni dan Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) yang mewakili Syi'ah. Anggota pengurus pusat DMI, Daud Poliradja, hadir dalam acara deklarasi tersebut.

"Majelis ini adalah yang pertama di dunia," kata Ketua IJABI Jalaluddin Rahmat dalam seminar 'Kerukunan Ummat Beragama Sebagai Modal Dasar Untuk Kelestarian dan Kebangkitan Bangsa' di acara deklarasi MUHSIN. Ia menegaskan majelis itu tidak mencampurkan dua paham atau ajaran kedua mazhab Islam itu, melainkan hanya sebagai tempat untuk berkumpul, berdialog, dan melakukan kegiatan sosial.

Salah satu dari lima poin deklarasi MUHSIN menyebutklan, "memendam dalam-dalam warisan perpecahan dan permusuhan di antara kaum mukmin."

Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menikah Harus Sah Menurut Agama Masing-Masing
 JAKARTA -- Masalah undang-undang pernikahan menurut Meneger Nasution sudah jelas. Ia juga menjelaskan menurut para ulama, pernikahan harus sah secara agamanya masing-masing. Berikut video...