Menag: Waspadalah! Radikalisme Tak Otomatis Terkubur dengan Tewasnya Osama

Selasa, 03 Mei 2011, 13:12 WIB
Menag: Waspadalah! Radikalisme Tak Otomatis Terkubur dengan Tewasnya Osama
Menag Suryadharma Ali

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG - Menteri Agama H Suryadharma Ali meminta seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan-gerakan radikalisme yang sering dilakukan melalui aksi teror bom setelah tewasnya Osama Bin Laden.

"Tewasnya Osama Bin Laden oleh pasukan khusus antiteror Amerika Serikat, tidak berarti telah mengubur gerakan radikalisme di muka bumi ini, sehingga kewaspadaan dini perlu tetap ada bahkan bila perlu ditingkatkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya di Kupang, Selasa.

Menteri Agama H Suryadharma Ali mengatakan hal tersebut usai menghadiri Paskah Oikumene Akbar Nusa Tenggara Timur di Gelanggan Olahraga (GOR) Oepoi Kupang.

Pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden dikabarkan tewas dalam sebuah rumah besar di luar Islamabad, Pakistan bersama dengan anggota keluarga yang lain setelah intelijen tahu tentang keberadaannya dan melakukan pengerebekan.

Suryadharma Ali yang saat itu didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Kapolda Nusa Tenggara Timur Brigjen (Pol) Yorry Yance Worang, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur, Sega Fransiskus, mengapresiasi kinerja pihak Tentara Amerika Serikat yang berhasil membunuh pimpinan tertinggi Al-Qaeda itu di sebuah kota di Pakistan.

"Kita beri apresiasi kepada pihak keamanan Amerika Serikat yang selama 10 tahun terakhir berkonsentrasi memburu Osama Bin Laden pascatragedi ambruknya menara kembar WTC Amerika itu tahun 1991 lalu," katanya.

Namun apresiasi itu tidak lantas membuat masyarakat di Indonesia terlena dan kurang mewaspadai gerakan yang akan dilakukan para pengikut Osama Bin Laden melalui gerakan-gerakan yang terorganisasi melalui organisasi bentukan almarhum semasa hidupnya.

Salah satu bentuk kewaspadaan yang perlu dilakukan adalah meningkatkan iman melalui ajaran agamanya masing-masing dan sikap antisipasi lain agar tidak mengganggu toleransi dan kerukunan agama yang telah tercipta dan terbina dengan baik selama ini.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara
Aisyah r.a. berkata, "Nabi bersabda, 'Ka'bah itu akan diperangi oleh tentara. Tetapi, kemudian mereka itu akan ditenggelamkan dalam bumi (yakni di Baida', suatu tempat antara Mekah dan Madinah).(HR Bukhari)
george, Senin, 9 Mei 2011, 23:47

semoga amal ibadah almarhum osama bin laden diterima allah swt dan di berikan tempat dan kedudukan yg tinggi di sisinya ..amin..

Balas
asep, Jumat, 6 Mei 2011, 11:28

kasian banget indonesia punya menag kaya gini, dasar jongos amerika...

Balas
adil, Kamis, 5 Mei 2011, 02:36

Pak Menag,jua harus mewaspadai terus korupsi dikementerian yang anada pimpin.NII pasti tidak akan berkembang jika korupsi diberantas sampai tuntas dan kesejahteraan rakyat Indonesia diperhatikan oleh Pemerintahnya.

Balas
ree, Rabu, 4 Mei 2011, 09:13

dimana-mana memang omongan jongos harus sama dengan omongan majikan... jadi wajar kalo omongan pak menteri dan entitas pemerintahan di negeri ini seiya-sekata dengan omongannya obama...

1 Balasan
yud, Rabu, 4 Mei 2011, 17:20

menag munafig.maklum ja menag agamanya bangyakjd ya hrs bs ngemong agama2 dia hahahahahha

zed, Rabu, 4 Mei 2011, 05:44

loh komentar menag kok persis sama komentarnya obama????

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...